Breaking News:

Berita OKI

Desa Bukit Batu dan Desa Karangsia OKI Dipastikan Akan Pungutan Suara Ulang (PSU) Pilkades

Bupati OKI Akhirnya mengeluarkan keputusan terkait keberatan atas hasil pilkades yang diajukan 11 desa di Kabupaten OKI

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa OKI, H. Nursula menyampaikan Keputusan Bupati OKI tentang Kisruh 11 Pilkades di OKI 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pemilihan Kepala Desa secara serentak yang telah diselenggarakan pada Selasa (12/10/2021) silam. Diikuti oleh 461 calon kepala desa (Kades) dari 156 desa se-Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Dari jumlah tersebut, terdapat masyarakat di 11 desa yang mengajukan keberatan atas hasil Pilkades dikarenakan adanya indikasi kecurangan saat berlangsungnya pencoblosan.

Maka dari itu, Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar SE memberikan upaya penyelesaian dengan mengeluarkan surat keputusan.

Diterangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa OKI, H. Nursula bahwa surat keputusan Bupati telah diteruskan ke pihak Kecamatan masing-masing untuk mengikuti langkah selanjutnya.

"Memang tindak lanjut dari permasalahan Pilkades, sudah ada surat yang dikeluarkan oleh Bupati untuk ditujukan ke camat masing-masing desa yang bermasalah," ungkapnya saat ditemui di kantor PMD OKI, Senin (29/11/2021) sore.

Dikatakan kembali, terdapat 7 desa yang akan dilakukan perhitungan suara ulang. Dikarenakan adanya perselisihan mengenai surat suara sah atau tidak sah.

"Sebanyak 6 desa yaitu Tanjung Batu, Simpang Tiga Makmur, Karang Agung, Mataram Jaya, Embacang dan Sungai Jeruju yang akan melakukan perhitungan ulang surat suara yang dinyatakan blanko. Bukan suara secara keseluruhan,"

"Sedangkan untuk Desa Pedamaran 6, Kecamatan Pedamaran akan dilakukan perhitungan ulang khusus untuk kotak TPS 09," bebernya.

Selain itu, terdapat Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan) dan Desa Karangsia, Kecamatan Sungai Menang) akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Untuk Desa Bukit Batu memang akan dilaksanakan PSU mengingat ada pelanggaran panitia tentang seluruh kertas suara yang tidak distempel oleh panitia Pilkades. Jadi ada unsur kelalaian," 

"Kalau Desa Karangsia karena ada selisih 3 surat suara dari hasil waktu pelaksanaan di tanggal 12 Oktober saat pemilihan serentak kemarin, akhirnya ada selisih dari perolehan suara," ujarnya hal tersebutlah yang menjadi pertimbangan.

Masih kata Nursula, sedangkan untuk Desa Jermun Kecamatan Pampangan, dan Desa Mekarjaya Kecamatan Lempuing sanggahan tidak dikabulkan.

"Ada 2 desa yang tidak dikabulkan oleh Bupati karena tidak ditemukan unsur kesalahan atau kelalaian, khususnya untuk Desa Mekarjaya urusan ijazah palsu salah satu calon. Tetapi itukan ranahnya hukum," terangnya.

Baca juga: Sopir dan Kernet Dilakban, 6 Pelaku Rampok Truk Bawa Karet di Lempuing OKI Diringkus

Terkait jadwal pelaksanaan dan mekanisme selanjutnya, pihaknya masih menunggu keputusan yang dikeluarkan oleh Camat maupun panitia Pilkades di masing-masing Desa.

"Kami menunggu hasil musyawarah panitia Pilkades dan Camat tentang langkah-langkah tindak lanjut yang akan dilaksanakan. Kami berharap sesegera mungkin dari camat menginformasikan kembali tentang hasil dari surat yang telah disampaikan," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved