Breaking News:

Cegah Phishing Hingga Hacker, Ini Tips Aman Bertransaksi Digital Ala Indodana Paylater

Penggunaan metode transaksi digital tersebut memerlukan sikap waspada dan hati-hati. Pasalnya, ada beragam hal buruk yang bisa saja mengancam pengguna

Editor: Vanda Rosetiati
HANDOUT INDODANA PAYLATER
Penggunaan metode transaksi digital tersebut memerlukan sikap waspada dan hati-hati.Agar segala aktivitas transaksi digital dapat berjalan aman dan lancar, tips dari layanan Indodana Paylater ini layak untuk diaplikasikan. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Tawarkan kemudahan dan kepraktisan, bertransaksi secara digital menjadi salah satu aktivitas yang tengah ngetren di kalangan masyarakat. Bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, transaksi digital juga mampu dimanfaatkan untuk penuhi segala kebutuhan, mulai dari kebutuhan pokok, hiburan, tagihan bulanan, dan banyak lagi yang lainnya 

Akan tetapi, penggunaan metode transaksi digital tersebut memerlukan sikap waspada dan hati-hati. Pasalnya, ada beragam hal buruk yang bisa saja mengancam penggunanya sewaktu-waktu. Sebagai contoh, transaksi digital memiliki risiko cukup tinggi terhadap aksi kriminal berupa phishing dan juga peretasan oleh hacker yang bisa mengeruk data pribadi atau menyalahgunakan akun transaksi digital.

Namun, tenang saja, pemakaian transaksi digital tidak akan menjadi bumerang yang menyerang balik penggunanya asal digunakan dengan cara yang tepat. Agar segala aktivitas transaksi digital dapat berjalan aman dan lancar, tips dari layanan Indodana Paylater ini layak untuk diaplikasikan. Apa saja?

1.Waspadai Pelaku Phishing atau Hacker
Jangan pernah sekali-kali membuka tautan atau link situs yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal atau tampak mencurigakan. Pasalnya, baik di media sosial, aplikasi messaging, hingga e-mail, pelaku phishing dan hacker bisa saja sedang melancarkan aksinya. Melalui tautan, gawai bisa saja diambil alih dan mengakses seluruh informasi di dalamnya, tak terkecuali aplikasi pembayaran digital.

Untuk menghindarinya, selalu bersikap waspada setiap kali akan membuka link dan cek dulu keasliannya. Jika dikirimkan atas nama institusi, perusahaan, atau lembaga resmi lainnya, perhatikan apakah tautan terlihat mencurigakan atau tak menunjukkan sama sekali ciri alamat situs yang bisa dipercaya. 

2. Buat Proteksi Bervariasi
Sebagai kode yang memberikan akses masuk ke akun digital apapun, usahakan untuk memasang PIN atau password yang berbeda-beda antara satu akun dengan yang lainnya. Tujuannya jika memang terjadi peretasan di salah satu akun, akun lainnya tidak ikut diretas atau berisiko terkena dampaknya. 

3. Hindari Gunakan Wifi Publik
Masih banyak yang belum tahu, penggunaan koneksi internet atau Wifi publik memiliki risiko cukup tinggi terhadap peretasan. Akses internet dari Wifi publik sangat tidak disarankan untuk digunakan bertransaksi secara digital atau aktivitas belanja online lainnya karena pengguna lainnya bisa menyusup ke perangkat tanpa izin. Jadi, hanya lakukan transaksi digital saat sedang terkoneksi internet pribadi saja yang terjamin keamanannya.

4. Selalu Log Out Akun Selesai Bertransaksi
Kerap menjadi kebiasaan sebagian orang, tidak melakukan log out akun saat selesai bertransaksi digital juga rentan menimbulkan masalah. Selang beberapa menit pasca tidak digunakan, akun transaksi digital masih akan aktif dan terhubung sehingga bisa diakses oleh orang lain. Selain itu, jangan pernah membiarkan perangkat terbuka dan tanpa pengawasan saat sedang membuka aplikasi e-banking, e-commerce, dompet digital, dan lain sebagainya agar tak berpotensi disalahgunakan orang lain. 

5. Cek Legalitas dan Kredibilitas Penyedia Layanan
Jangan salah, kerugian akibat pemakaian transaksi digital juga bisa datang dari penyedia layanannya. Walaupun sudah jauh lebih aman, namun risiko menggunakan lembaga ilegal masih mungkin terjadi. Untuk itu, pastikan untuk selalu memilih fintech resmi yang sudah terdaftar dan berizin OJK.

6. Tak Berikan Informasi Pribadi Sembarangan
Untuk menghindari penyalahgunaan, jangan pernah memberikan informasi pribadi, misalnya, KTP, KK, kartu kredit, hingga bukti transaksi pada oknum tak dikenal. Selain untuk proses pendaftaran dan verifikasi akun, biasanya pihak layanan transaksi digital tidak akan meminta lagi dokumen pribadi milik nasabahnya. Kalau diminta pun prosesnya dilakukan di situs resmi melalui platform formulir yang sudah tersedia. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved