Breaking News:

Berita Viral

Pengemudi Mercedes-Benz E300 Pikun, Sebabkan Kecelakaan di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta

Baru-baru ini marak di media sosial video yang memperlihatkan mobil mobil Mercedes-Benz E300 melawan arah di jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta O

Editor: Siemen Martin
ist
Mercy lawan arah 

TRIBUNSUMSEL.COM - Beredar viral mobil Mercy jalan melawan arah di Tol JORR.

Baru-baru ini marak di media sosial video yang memperlihatkan mobil mobil Mercedes-Benz E300 melawan arah di jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), pada Sabtu (27/11/2021).

Aksi berbahaya yang dilalukan di jalan tol itu sempat terekam oleh netijen dan diunggah melalui akun instagram @infobekasi

Mobil Mercy berkelir hitam itu terlihat melawan arus dari selatan ke utara.

Setelah melaju cukup jauh, pengemudi menabrak dua mobil yakni Honda Mobilio dan Toyota Kijang Innova di KM 53 yang melintas di jalur arah Rorotan menuju Cikunir.

Akibatnya, sopir Mobilio mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS.

Sementara, ketiga mobil dilaporkan mengalami kerusakan di bagian depan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan, petugas telah memeriksa pengemudi Mercy berinsial MSD (66) yang nekat melawan arah hingga bertabrakan dengan dua mobil lainnya.

Namun, sopir lanjut usia (lansia) itu sama sekali tidak mengingat apa yang telah dilakukannya.

“Sementara dugaan info awal yang bersangkutan dalam kondisi demensia, atau menurunnya kondisi kemampuan berpikir dan mengingat. Kami tanyakan dia juga bingung, bahkan nama juga enggak tahu, identitas tidak bawa, STNK juga tidak ada,” ucap Argo kepada Kompas.com, Minggu (28/11/2021).

Kendati demikian, kepolisian masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan motif MSD berputar arah.

“Kenapa dia berputar arah, melawan arah, kami tanyakan juga bingung. Bahkan nama juga enggak tahu, identitas tidak bawa, STNK juga tidak ada,” kata Argo.

Polisi pun turut menghadirkan ahli kejiwaan untuk memberi pendampingan kepada MSD saat pemeriksaan lanjutan pada Senin (29/11/2021).

“Nanti kami pertimbangkan untuk pendamping dari ahli kejiwaan atau psikiater. Karena kan kalau nanti ditanya-tanya, penanganannya harus beda,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved