Breaking News:

Berita Banyuasin

Update 2 Polantas Banyuasin Dikejar Pakai Parang dan Celurit, Pelaku Kini Terancam 10 Tahun Penjara

Kasus pengancaman terhadap anggota Satlantas Polres Banyuasin di Simpang Tugu Polwan Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin terus dilakukan proses hukum

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Pelaku M Nur mengejar anggota Satlantas Polres Banyuasin saat sedang bertugas di Simpang Tugu Polwan Kecamatan Betung, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Kasus pengancaman terhadap anggota Satlantas Polres Banyuasin yang terjadi di simpang Tugu Polwan Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, kemarin terus dilakukan proses hukum.

M Nur yang mengancam anggota Satlantas Polres Banyuasin menggunakan senjata tajam jenis parang dan celurit, saat ini sudah mendekam di sel tahanan Polres Banyuasin. Dari keterangannya di hadapan penyidik, hal itu dilakukannya karena kesal dan tidak ada rencana sama sekali.

Kesal mendapat laporan dari anaknya yang kena tilang, ia langsung mendatangi anggota Satlantas Polres Banyuasin yang berada di simpang Tugu Polwan. Karena kesal dan terbawa emosi, ia mengeluarkan parang dan celurit yang sudah dibawa dalam mobil untuk memotong rumput.

"Dari keterangan pelaku, bahwa tidak ada unsur lain. Tindakan yang dilakukannya, karena kesal lantaran anaknya ditilang polisi," kata Kasatlantas Polres Banyuasin AKP Ricky Mozam, Jumat (27/11/2021).

Lanjut Ricky, anggotanya sudah sempat memberikan himbauan dan memperingatkan anak korban. Bila berkendara menggunakan helm, akan tetapi tidak pernah dihiraukan dan selalu dilakukan pelanggaran hal yang sama.

Hingga, anggota sempat melakukan penilang tiga kali terhadap anak korban. Akan tetapi, kesalahan tidak mengenakan helm tetap saja dilakukan hingga berujung peristiwa tersebut.

"Kasusnya kami serahkan ke Satreskrim Polres Banyuasin," katanya.

Sedangkan, Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP M Ikang Ade Putra menuturkan, pelaku penyerangan terhadap anggota Satlantas Polres Banyuasin yang sedang melaksanakan tugas saat ini masih dilakukan pemberkasan.

Dari interogasi yang dilakukan penyidik, pelaku mengakui kesalahannya telah menyerang anggota yang sedang melaksanakan tugas. Hal ini, karena laporan dari sang anak yang kena tilang lantaran tidak mengenakan helm.

"Dari pengakuan pelaku, ia khilaf dan terbawa emosi saat ini. Sehingga, membatalkan untuk berangkat ke kebun dan menemui anaknya yang sudah kena tilang polisi. Lantaran kesal dan tidak terima anaknya kena tilang, membuatnya emosi hingga melakukan penyerangan terhadap anggota Satlantas," kata Ikang.

Menurut Ikang, tindakan penyerangan yang dilakukan pelaku terhadap anggota yang sedang melaksanakan tugas, dikenakan pasal berlapis.

"Pelaku kami kenakan Pasal 212, Pasal 335 dan UU darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun. Sekarang, pelaku sudah kami amankan di sel tahanan Polres Banyuasin," pungkas Ikang.

Baca juga: Dua Pelaku Jambret di IB I Diringkus, Satu Masih Di Bawah Umur

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved