Breaking News:

Berita Banyuasin

Sopir Truk Tangki Asal Riau Sering Tontonkan Senpi Rakitan, Diringkus di Jalintim Palembang-Betung

Sering memamerkan senjata api rakitan yang dimilikinya, Nurwandi (49) sopir truk tangki warga harus berurusan dengan polisi.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Nurwandi (49) warga simpang Tahu Kelurahan Sialang Bangkuk Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan Riau harus berurusan dengan polisi karena membawa senjata api rakitan, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM BANYUASIN - Sering memamerkan senjata api rakitan yang dimilikinya, Nurwandi (49) sopir truk tangki warga simpang Tahu Kelurahan Sialang Bangkuk Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan Riau harus berurusan dengan polisi.

Nurwandi, ditangkap anggota Polsek Talang Kelapa Banyuasin setelah mendapat informasi dari masyarakat. Saat truk tangki yang dikemudikannya melintas di Jalan Lintas Timur Palembang Betung KM 14, polisi langsung melakukan penyetopan.

Penggeledahan dilakukan dan Nurwandi tidak dapat mengelak lagi. Di bawah jok kursi tempat duduk sopir, ditemukan senjata api rakitan jenis revolver dan 10 butir amunisi aktif.

Dari pengakuannya, bila senjata api rakitan beserta 10 butir amunisi tersebut dibeli dari temannya sesama sopir. Senjata api rakitan jenis revolver ini, baru dimilikinya sekitar enam bulan.

"Hanya untuk jaga-jaga saja," katanya singkat, Kamis (25/11/2021).

Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin Kompol Haris Munandar Hasyim didampingi Kanitreskrim Iptu Panji Nugroho menuturkan, penangkapan pelaku dari informasi masyarakat yang sering melihat pelaku menunjukan senjata api rakitan yang dimilikinya.

"Dari informasi tersebut, kami melakukan penyelidikan. Saat mengetahui kendaraan pelaku melintas, anggota langsung melakukan pengejaran. Dari penggeledahan, ditemukan barang bukti senpi rakitan dan 10 butir amunisi," katanya.

Berdasarkan interogasi, pelaku mengakui bila senjata api rakitan dan 10 butir amunisi tersebut miliknya. Pelaku mendapatkan senjata api rakitan dari temannya yang juga sesama sopir.

"Untuk pelaku, kami kenakan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," katanya.

Baca juga: Bocah 5 Tahun di OI Alami Gizi Buruk dan Gejala Hidrosefalus, Butuh Uluran Tangan

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved