Breaking News:

Berita Prabumulih

PT GH EMM Borong Dua Penghargaan Bergengsi Tingkat Asia Diajang Asian Power Awards 2021

PT GH EMM Indonesia meraih 2 penghargaan sekaligus di ajang Asian Power 2021 yang biasa dijuluki sebagai piala Oscar di sektor ketenagalistrikan.

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
PT GH EMM Indonesia meraih 2 penghargaan sekaligus di ajang Asian Power 2021 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Jika sebelumnya berhasil meraih rekor dunia kategori kontinuitas operasi unit terpanjang selama 1438 hari dari Museum Rekor Indonesia, PT GH EMM Indonesia kembali mengharumkan nama Indonesia pada gelaran Internasional.

Kali ini PT GH EMM Indonesia meraih 2 penghargaan sekaligus di ajang Asian Power 2021 yang biasa dijuluki sebagai piala Oscar di sektor ketenagalistrikan. Antara lain penghargaan Independent Power Producer Company of the Year dan Innovative Power Technology of the Year.

Dengan diraihnya dua penghargaan sekaligus dalam ajang bertaraf internasional Asian Power Awards 2021 itu, menjadikan perseroan itu mampu bersaing dengan perusahaan asing lainnya di regional Asia.

"Perusahaan kami telah 4 tahun berturut- turut mendapatkan penghargaan Asian Power Awards. Penghargaan-penghargaan ini tak terlepas dari kontribusi dan kerja keras dari seluruh karyawan baik karyawan Indonesia maupun expatriat dari Tiongkok dan seluruh stakeholders," ungkap Fu Yue Long, President Direktur PT GH EMM Indonesia kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).

Fu Yue Long mengaku, menjamin ketersediaan energi listrik yang handal bagi kemajuan perekonomian dan pertumbuhan kehidupan masyarakat adalah sebuah tanggung jawab sosial bagi pihaknya. "Kami akan terus meningkatkan investasi dalam inovasi teknologi, perlindungan dan pengelolaan lingkungan dan implementasi pengembangan pembangkit ramah lingkungan," tuturnya.

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis energi fosil, seperti batubara masih menjadi backbone dalam mengcover kebutuhan energi listrik bagi industri dan masyarakat.

Namun pembangunan PLTU berbasis energi fosil memiliki tantangan tersendiri dalam pengoperasiannya baik dari karakteristik bahan bakar yang digunakan hingga dampak polusi yang ditimbulkan dari sisa pembakaran. Inovasi dan teknologi mutlak dibutuhkan sebagai jalan untuk menghadirkan PLTU yang ramah lingkungan dan andal.

"Disisi lain, pengembangan perusahaan kami kedepannya akan berfokus pada transformasi perusahaan dan secara bertahap beralih ke pembangkit listrik energi non fosil. Saat ini kami sedang melakukan feasibility dan dilanjutkan dengan uji coba pembakaran campuran bio massa cangkang sawit  (palm shell biomass) atau biasa disebut Co Firing," lanjutnya.

Selain itu, pengembangan kearah energi baru terbarukan (EBT) akan menjadi arah dan tujuan utama dari pengembangan perusahaan kedepannya.

"Perusahaan akan fokus  memperkuat komunikasi dengan dinas terkait, tenaga ahli dan institusi terkait untuk melakukan feasibility study (studi kelayakan ) pembangungan panel surya fotovaltoik di area ex-tambang dalam upaya menurunkan konsumsi energi listrik pembangkit dan mendorong pengembangan energi  baru terbarukan secara komprehensif," tegasnya.

Seperti diketahui, PT GH EMM Indonesia merupakan perusahaan pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer ) yang berlokasi di Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muaraenim Provinsi Sumatera Selatan.

PT GH EMM Indonesia memiliki PLTU mulut tambang Simpang Belimbing 2 x 150 MW yang telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved