Breaking News:

Berita Prabumulih

Harga Bawang Merah Turun Drastis, Ibu-ibu di Prabumullih Borong Bawang

Harga Bawang Putih dan Merah di kota Prabumulih Turun. Hal itu terpantau di pasar kalangan Kelurahan Sindur Kecamatan Cambai

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Ibu-ibu membeli bawang yang mengalami penurunan di Pasar Kalangan Sindur Kecamatan Cambai kota Prabumulih, Kamis (25/11/2021). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Jika harga minyak sayur saat ini sedang mengalami kenaikan, harga bawang justru mengalami penurunan cukup signifikan. Bahkan penurunan terjadi sejak dua minggu terakhir.

Informasi berhasil dihimpun di pasar kalangan Kelurahan Sindur Kecamatan Cambai, harga barang merah mengalami penurunan di angka Rp 18 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih turum di angka Rp 22 ribu per kilogram.

Mirul yang merupakan satu diantara pedagang bawang mengaku jika penurunan harga bawang sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.

"Harga minyak yang naik, kalau bawang sudah dua minggu ini turun," katanya ketika dibincangi di pasar kalangan Sindur, Kamis (25/11/2021).

Mirul menuturkan, untuk harga bawang merah sebelumnya Rp 26 ribu per kilogram mengalami penurunan sebesar Rp 8000 menjadi hanya Rp 18 ribu per kilogram.

"Untuk bawang putih cuman turun Rp 2000, kalau harga sebelumnya Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 22 ribu per kilogram," katanya.

Ditanya apa penyebab penurunan harga, Mirul mengaku tidak mengetahui diduga karena banyak yang panen atau stok bawang dari petani cukup banyak.

"Tidak tahu pasti apa penyebab penurunan harga, dugaan kita harga turun karena stok banyak. Kalau sebentar lagi mungkin naik lagi karena masuk musim penghujan biasanya membuat harga bawang naik," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan pedagang lainnya yang mengaku akibat harga turun mempengaruhi penjualan, dimana biasanya pembeli membeli dalam jumlah sedikit menjadi meningkat.

"Kalau biasa beli setengah jadi membeli satu kilo, untung kita tidak menyetok banyak karena pasti rugi kalau beli harga masih tinggi lalu tiba-tiba turun harga," tutur pedagang lainnya.

Turunnya harga bawang ini tentu disambut antusias para ibu rumah tangga yang langsung membeli dalam jumlah banyak.

Baca juga: Dibiarkan Lama, Galian Kabel Optik di Prabumulih Dikeluhkan Buat Jalan Sempit

Ros yang merupakan satu diantara ibu rumah tangga mengaku langsung membeli beberapa kilo mendengar harga bawang turun.

"Kita langsung beli banyak karena jarang-jarang turun, kita simpan. Bawang kan enak disimpan bisa bertahan lama, siapa tau nanti minggu depan melonjak naik kita sudah ada," kata ibu dua anak itu. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved