Breaking News:

Tren Buruk Lonjakan Covid-19 di Eropa, WHO Khawatir, Total Kematian Capai 2,2 Juta Orang

Sekitar 700.000 orang diprediksi bisa meninggal dalam beberapa bulan mendatang, kata WHO, ketika kasus-kasus melonjak di seluruh Eropa, mendorong bebe

Editor: Moch Krisna
(AP PHOTO/VADIM GHIRDA)
Para staf medis memaku penutup peti mati berisi korban Covid-19 di kamar jenazah Rumah Sakit Darurat Universitas, di Bucharest, Rumania, Senin (8/11/2021). Ratusan orang meninggal setiap hari selama dua bulan terakhir di Rumania yang telah menjadi salah satu yang paling terpukul dalam serangan virus saat ini yang mengamuk di negara-negara Eropa Tengah dan Timur di mana jauh lebih sedikit orang yang telah diinokulasi daripada di Eropa Barat. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Jumlah kematian akibat covi-19 di Eropa mencapai 2,2 juta orang musim dingin ini

Tren buruk ini membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) khawatir

Sekitar 700.000 orang diprediksi bisa meninggal dalam beberapa bulan mendatang, kata WHO, ketika kasus-kasus melonjak di seluruh Eropa, mendorong beberapa negara untuk menerapkan kembali pembatasan ketat.

WHO memperkirakan, akan ada tekanan besar atau ekstrem di unit perawatan intensif (ICU) di 49 dari 53 negara antara sekarang hingga 1 Maret 2022.

 "Kematian kumulatif yang dilaporkan diproyeksikan mencapai lebih dari 2,2 juta sampai musim semi tahun depan," tambahnya, naik dari 1,5 juta kematian saat ini.

Covid-19 adalah penyebab utama kematian di seluruh Eropa dan Asia Tengah, menurut laporan WHO, mengutip angka dari Institute for Health Metrics and Evaluation.

Kenaikan di Eropa didorong oleh kombinasi varian Delta yang sangat menular, cakupan vaksinasi yang tidak mencukupi, dan pelonggaran tindakan seperti pemakaian masker dan jarak fisik, kata WHO.

Menurut data WHO, kematian terkait Covid-19 meningkat minggu lalu menjadi hampir 4.200 per hari, dua kali lipat dari 2.100 kematian per hari pada akhir September.

WHO juga mengatakan, semakin banyak bukti bahwa perlindungan dari vaksin terhadap infeksi dan penyakit ringan sedang menurun.

"Situasi Covid-19 di seluruh Eropa dan Asia Tengah sangat serius. Kami menghadapi musim dingin yang menantang ke depan," kata direktur regional WHO Eropa, Hans Kluge, dikutip dari AFP.

Dia menyerukan pendekatan "vaksin plus", yang terdiri dari vaksinasi, social distancing, penggunaan masker wajah, dan cuci tangan.

WHO mengatakan, masker wajah mengurangi risiko penularan Covid-19 hingga 53 persen menurut penelitian baru-baru ini, dan "lebih dari 160.000 kematian dapat dicegah (hingga 1 Maret 2022) jika cakupan masker universal 95 persen tercapai".

Berita Ini Sudah Tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved