Breaking News:

Balita Korban Penganiayaan di Palembang

Terus Menangis Balita D Dihantam Baskom dan Diinjak Akhirnya Tewas, Ini Pengakuan Pelaku

Joni Irawan alias Deni (30) mengakui bila dirinya telah menganiaya anak tirinya D (3 tahun) hingga akhirnya tewas. Ini Pengakuannya

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Tersangka Joni Irawan alias Deni yang merupakan pelaku penganiayaan Balita D hingga Meninggal dunia diamankan di Polres Banyuasin , Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Pelaku Joni Irawan alias Deni (30)  ditangkap Satreskrim Polres Banyuasin dan Unit Reskrim Polsek Sungsang, mengakui bila dirinya telah menganiaya anak tirinya D (3 tahun).

Dari pengakuannya, penganiayaan yang dilakukan terhadap anak tirinya D lantaran kesal dengan sang anak tiri.

Karena, sang anak tiri tidak hentinya menangis, sehingga membuat dirinya merasa terganggu.

"Aku pukul dia pakai baskom. Sempat aku injak juga," katanya sambil meringis kesakitan saat diamankan di Mapolres Banyuasin, Rabu (24/11/2021).

Usai menganiaya, Joni mengaku tidak lagi memperdulikan anak tirinya tersebut.

Hingga akhirnya, ia mendapat kabar bila anak tirinya sempat di rawat di rumah sakit karena dianiaya  hingga akhirnya meninggal.

Mendapat informasi sang anak tiri meninggal, membuat Joni melarikan diri.

Ia takut, tindakannya yang sudah menganiaya D membuatnya meringkuk di penjara. 

Sempat lama bersembunyi, karena tidak ada pekerjaan, ia memutuskan untuk melakukan aksi kejahatan dengan cara begal.

Namun, aksinya itu membuatnya tertangkap dan perbuatannya menganiaya anak tirinya juga terbongkar. 

"Istri aku juga ikut memukul saat itu, bukan aku saja," katanya yang tak banyak berbicara.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi didampingi Kasatreskrim AKP M Ikang Ade Putra menjelaskan, pelaku Joni yang ditangkap karena kasus begal mengakui perbuatannya telah menganiaya anak tirinya beberapa waktu lalu.  

"Unit PPA telah melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan RS Bari Palembang dan Dokter spesialis anak yang menangani balita D, penyebab korban meninggal dunia disebabkan infeksi telinga sebelah kiri atau gendang telinga pecah. 
Dan sempat ada patah tulang di bagian bahu," katanya. 

Baca juga: Polisi Sudah Datangi Rumah Orangtua Balita D, Kasus Bocah Palembang Ditemukan Lemas dan Lebam

Lanjut Imam, dari interogasi mendalam yang dilakukan penyidik, pelaku ini memukuli korban D menggunakan baskom. Selain itu juga, pelaku sempat menginjak dan menarik tangan korban hingga patah. Korban juga sempat diceburkan ke sungai.

"Untuk kasus penganiayaannya, kami sudah berkoordinasi dengan Reknata Polda Sumsel. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, terkait kasus penganiayaannya. Karena, dari pengakuan pelaku ini, istrinya juga ikut memukul korban. Jadi nanti biar Polda yang menanganinya," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved