Breaking News:

Berita Palembang

Didakwa Rugikan Negara Rp 4,9 Miliar, Oknum ASN dan Kontraktor di OI Jalani Sidang

Pengadilan Tipikor Palembang menggelar sidang dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ruas Rantau Alai-SP Kilip Kabupaten Ogan Ilir tahun 2019

TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Sidang virtual dugaan korupsi pada proyek peningkatan jalan ruas Rantau Alai-SP Kilip Kabupaten Ogan Ilir tahun anggaran 2019 yang sudah merugikan negara sebesar Rp.4,9 miliar yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (24/11/2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Seorang ASN di Kabupaten Ogan Ilir dan satu kontraktor ditetapkan sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi pada proyek peningkatan jalan ruas Rantau Alai-SP Kilip Kabupaten Ogan Ilir tahun anggaran 2019 yang sudah merugikan negara sebesar Rp.4,9 miliar. 

Terdakwa Syamsul Bahkri merupakan ASN, PPK di Dinas PUPR Ogan Ilir dan Zainal Abidin adalah selaku Direktur PT Fizupu Cahaya Buana (Kontraktor), menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Palembang. 

Dalam persidangan, JPU menyebut telah terjadi pengurangan volume pada pembangunan, peningkatan jalan ruas Rantau Alai-SP Kilip.

"Dimana,seharunya dikerjakan sepanjang 850 Meter, namun pada kenyataannya, yang dikerjakan hanya sepanjang 450 meter saja. Serta menggunakan besi yang tidak sesuai dengan perjanjian di kontrak kerja," ucap JPU saat membacakan dakwaan, Rabu (24/11/2021). 

Ditemui setelah persidangan,  JPU Kejari Ogan Ilir , Carlo SH mengatakan, ada temuan di lapangan terkait dugaan kekurangan volume pada proyek jalan ruas Rantau Alai.

"Yang paling terlihat di agregat B (batu split) lapisan batu, termasuk timbunan dan mobilisasi. Jika dilihat dari nilai kontraknya tidak sesuai," jelas JPU.

Atas perbuatan itu, kedua terdakwa terancam Pasal 2, Pasal 3 tentang undang-undang tindak pidana tipikor.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum terdakwa Zainal Abidin, Suwito Winoto mengatakan, pihaknya tak habis pikir masih ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus ini. 

Sebab kliennya tersebut sudah mengembalikan seluruh uang kerugian negara. 

"Namun secara tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Tentu kami bertanya-tanya ada apa ini," ujarnya.

Baca juga: Protes ke Hakim, Korban Penganiayaan di Palembang: Kenapa Dia yang Jadi Terdakwa

Untuk itu dia berharap kliennya dapat menjalani sidang secara langsung alias tatap muka. 

"Selanjutnya kami akan segera menyiapkan pembelaan secara meteril," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved