Breaking News:

Lokal BRIcerita

Toko Semakin Lengkap Setelah Jadi Nasabah BRI

Nasabah BRI Marsudianto yang juga agen BRILink di Lorong Muhajirin nomor 4 sudah memulai usaha toko sembako sejak 2013 lalu.

Penulis: Hartati | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Marsudianto pemilik toko sembako dan agen Brilink Marsudianto di Jalan Balap Sepeda saat melayani nasabah bertransaksi melakukan transfer uang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Nasabah bank BRI Marsudianto yang juga agen BRILink di Lorong Muhajirin nomor 4 sudah memulai usaha toko sembako sejak 2013 lalu.

Namun kondisi toko sembakonya awalnya masih kecil dan belum lengkap juga lebih dikenal sebagai toko tunas karena awalnya menjual beragam paket data internet dan pulsa seluler yang diberi nama tunas Seluler.

Setelah menjadi nasabah pembiayaan KUR bank BRI tahun 2017 lalu, barang yang dijual di tokonya jauh lebih lengkap dan berkembang.

"Kalau toko sejak awal memang menempati rumah ini tapi memang sejak dapat suntikan dana KUR BRI lebih lengkap dan komplit harga jual juga lebih bersaing karena toko lebih besar," cerita Marsudianto.

Karena harga jual lebih bersaing membuat banyak pelanggan belanja ke tokonya karena memang barang yang dicari tersedia mulai dari eceran hingga pembelian partai besar.

Guru Madrasah Ibtidaiyah 8 itu mengaku awalnya mengajukan dana KUR Rp 50 juta karena ditawari pegawai BRI. Proses pencarian dana KUR mudah dan cepat hanya tiga hari langsung cair ke rekeningnya dan dana itulah kemudian dia jadikan modal usaha untuk memperbesar usahanya.

Hasilnya jadilah toko sembako yang seperti saat ini yang menjual barang lengkap bukan cuma sembako saja juga menyediakan beragam kebutuhan lainnya termasuk pulsa dan gas elpiji hingga air minum kemasan karton.

Toko sembakonya juga kini menjadi penghasilan utama untuk menafkahi keluarga selain mendapat gaji dari mengajar.

Tokonya buka setiap hari mulai pukul 07.00-22.00 WIB. Saat Marsudi mengajar pagi hari maka istrinya lah yang akan menjaga toko dan melayani pembeli. Setelah tugas mengajar selesai Marsudi akan langsung membantu istrinya menjaga toko.

"Alhamdulillah penghasilan toko bisa menghidupi keluarga dan menabung untuk anak-anak jadi istri tidak perlu kerja di luar lagi cukup di rumah saja," ujarnya.(tribunsumsel/hartati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved