Breaking News:

Berita Banyuasin

Permintaan Ikan Koi Tetap Tinggi, Pembudidaya Ikan Hias Ngaku tak Terpengaruh Pandemi

Pembudidaya ikan hias di Banyuasin tepatnya di Pasir Putih Kecamatan Talang Kelapa, mengaku tidak terlalu terdampak akibat pandemi terjadi.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Rivat, pembudidaya ikan hias di Banyuasin ketika memberi makan ikan koi yang dibudidayakannya, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Pembudidaya ikan hias yang ada di wilayah Banyuasin tepatnya di Pasir Putih Kecamatan Talang Kelapa, mengaku tidak terlalu terdampak akibat pandemi terjadi.

Terlebih ketika pandemi, ternyata peminat ikan hias masih cukup tinggi. Hal ini diungkapkan Rivat pembudaya ikan hias di kawasan Pasir Putih Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

Menurutnya, berbagai ikan hias sang dibudidayakannya. Namun, ada yang menjadi andalannya untuk lebih banyak dibudidayakan yakni ikan koi slayer. Ikan koi slayer ini, memiliki kelebihan ketimbang ikan koi pada umumnya.

"Untuk corak warna, tidak jauh berbeda dengan ikan koi pada umumnya. Akan tetapi, siripnya yang menjadi penarik karena panjang-panjang. Orang suka itu, saat dia bergerak siripnya itu bagus terlihat," katanya, Senin (22/11/2021).

Menurut Rivat, penjualan ikan hiasnya memang belum terlalu jauh jangkauannya. Penjualan ikan hiasannya, baru menjangkau seputaran Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba) dan Palembang.

Pembeli, biasanya datang langsung untuk memilih ikan. Karena, nantinya ikan yang dibeli dari tempatnya akan dijual kembali atau untuk peliharaan. Bila ikan hias yang dibeli dalam jumlah banyak maka pembeli tersebut akan menjualnya kembali. Namun, bila ikan yang dibeli tidak terlalu banyak biasanya hanya untuk mengisi aquarium.

"Saya di sini menjual ikan per ekor, misal untuk koi slayer harganya mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 70 ribu. Banyak yang datang, dari tiga wilayah tadi," katanya.

Ikan koi dan ikan hias lainnya, yang dibudidayakan Rivat dibuat tidak tergantung dengan mesin pembuat gelembung. Hal ini, menurutnya ketika pembeli akan membawanya pulang, ikan tidak akan stress lantaran tidak ada gelembungan oksigen.

Baca juga: Jelang Penerapan PPKM Level 3, Pelaku Usaha Perhotelan di Lubuklinggau Cemas Okupansi Anjlok

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved