Breaking News:

Berita Palembang

Pedagang Kerupuk Paruh Baya Cari Keadilan ke Polda Sumsel, Anak Divonis 2 Tahun, Yakin tak Bersalah

Dengan penuh harapan besar untuk meminta keadilan bagi anaknya, Hafidah (54) mendatangi Propam Polda Sumsel bersama tiga perempuan paruh baya lainnya.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Hafidah (54) tak kuasa menahan tangis saat mendatangi Propam Polda Sumsel untuk menanyakan laporan terkait anaknya yang sudah ditangkap anggota Polsek Ilir Timur I Palembang, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dengan penuh harapan besar untuk meminta keadilan bagi anaknya, Hafidah (54) mendatangi Propam Polda Sumsel bersama tiga perempuan paruh baya lainnya, Senin (22/11/2021).

Kedatangan empat perempuan ini ingin menanyakan aduan mereka atas nasib tiga anggota keluarganya yang beberapa waktu lalu ditangkap anggota reskrim Polsek Ilir Timur 1 Palembang atas kasus penjambretan.

Diketahui, video tindak penjambretan itu terjadi di Jalan Dwikora Kecamatan Ilir Timur I, Kamis (1/7/2021) dan terekam kamera CCTV lalu sempat viral di sosial media.

Kasus tersebut kini sudah bergulir bahkan ketiga orang yang ditangkap, sudah dijatuhi vonis bersalah dan dihukum dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang.

"Anak saya saat itu sedang istirahat di rumah karena habis kecelakaan waktu pulang kerja sama temannya. Di badannya masih banyak sekali luka, jadi mana mungkin dia bisa ikut jambret seperti yang dituduhkan," ujar Hafidah (54), ibu dari Nopri Febrian (32), satu dari tiga orang yang ditangkap.

Selain Nopri, dua orang lagi yang turut diamankan yakni Fran Sinarta (25) dan Riki Pandawa Putra (20), masing-masing warga Kecamatan IT 1 Palembang.

Tak kuasa menahan tangis, Hafidah berujar dirinya hanya seorang pedangang kerupuk keliling seraya menunjukkan barang dagangannya.

Hafidah bahkan tak segan membawa serta kerupuk dagangannya saat kembali ke Polda Sumsel lantaran setelah itu dia masih harus berjualan menghabiskan sisa dagangannya.

Dia menyebut, selama ini anaknya yang ditangkap itu rela bekerja serabutan diantaranya kerja bangunan demi bisa membantu kebutuhan hidup sehari-hari.

Hafidah sendiri sudah berjuang semampunya untuk bisa menolong sang anak yang dia yakini tidak bersalah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved