Breaking News:

Lokal BRIcerita

Kisah Endang, Agen BRILink di Talang Jambe, Modal Rp 1,5 Juta Kini Setor Uang Bank Rp 225 Juta

Menjadi Agen BRILink sejak lima tahun lalu, Endang (43) yang memiliki toko kelontong di Jalan AMD Talang Jambe mengalami kemajuan pesat.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Endang (43) pemilik toko kelontong di Jalan Amd Talang Jambe, Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami, Palembang. Menjadi Agen BRILink sejak lima tahun lalu, Endang (43) mengalami kemajuan cukup pesat. 

TRIBUNSUMSEL - Menjadi Agen BRILink sejak lima tahun lalu, Endang (43) yang memiliki toko kelontong di Jalan AMD Talang Jambe, Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami, Palembang mengalami kemajuan cukup pesat.

Saat langsung dijumpai di tokonya Kamis (17/11/2021) tampak Endang bersama sang suami Kasyono (49) sedang melayani pembeli di warung mereka.

Binaan BRI Unit Maskarebet ini, memiliki tiga toko di rumahnya, selain toko kelontong ia juga membuka tempat pengisian galon dan counter HP.

Saat ini dalam satu pekan, transaksi perputaran uang yang ia setor ke bank mencapai Rp 225 juta dengan jumlah transaksi rata-rata per hari sebanyak 150 transaksi.

Penghasilannya sebagai salah satu Agen BRILink berkisar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta per bulan.

Endang bercerita awal mula ia menjadi agen BRILink sejak tahun 2014. Dimana ada seorang pegawai Bank BRI yang tiba-tiba datang ke rumahnya untuk menawarkan pinjaman uang.

"Ada pihak dari BRI bagian mencari nasabah menawarkan pinjaman di BRI.
Pada saat itu kondisi kami seperti itu ya berita gembira karena sebelumnya kami mengajukan tidak berhasil, " ungkap Endang.

Melihat peluang itu Endang merasa tertarik dan menerima tawaran tersebut. Hal ini karena pada waktu itu penghasilannya membuka warung hanya Rp 50 ribu per hari.

Endang yang merasa tertarik langsung menerima tawaran tersebut dan mengajukan pinjaman awal senilai Rp 30 juta dan menjadikan Rp 24,5 juta uang sebagai modal membuka usaha depot air galon.

"Saya jujur saja gembira saat dengar ada tawaran itu. Kalau lihat kondisi ekonomi tidak memungkinkan melakukan itu tapi saya pikir mereka pasti tetap mengutamakan uang muka. Dengan kondisi kami ini kalau dikasih pinjaman gimana untuk bayar. Dan pada saat itu ternyata mereka tetangga baru kami jadi kami saling bicara tentang pinjaman itu, " tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved