Breaking News:

Pusri Pastikan Stok Musim Tanam Tersedia Sesuai Ketentuan

Masuk musim tanam, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang memastikan tersedianya stok pupuk urea dan NPK sesuai dengan alokasi dan ketentuan telah ditetapkan.

Editor: Vanda Rosetiati
HANDOUT PT PUSRI
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan tersedianya stok pupuk urea dan NPK sesuai dengan alokasi dan ketentuan yang telah ditetapkan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) merupakan produsen pupuk urea dan NPK yang pusat produksinya berada di Sumatera Selatan. Memasuki musim tanam di Bulan Oktober 2021 – Maret 2022 kebutuhan pupuk untuk pertanian tentu saja meningkat. Hal ini sudah diantisipasi oleh Pusri dengan memastikan tersedianya stok pupuk urea dan NPK sesuai dengan alokasi dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Memasuki minggu keempat Bulan November ini, ketersediaan Stok Pupuk Bersubsidi di setiap wilayah distribusi PT Pusri Palembang, terlihat pada tabel dibawah ini:

Tabel ketersediaan stok pupuk urea bersubsidi di setiap wilayah distribusi PT Pusri Palembang.
Tabel ketersediaan stok pupuk urea bersubsidi di setiap wilayah distribusi PT Pusri Palembang. (HANDOUT HUMAS PT PUSRI)
ketersediaan stok pupuk NPK bersubsidi di setiap wilayah distribusi PT Pusri Palembang.
ketersediaan stok pupuk NPK bersubsidi di setiap wilayah distribusi PT Pusri Palembang. (HANDOUT PT PUSRI)

Kebutuhan pupuk bersubsidi telah disalurkan sesuai dengan ketentuan Pemerintah yaitu disalurkan kepada petani yang telah terdaftar dan masuk dalam e-RDKK agar mempermudah proses evaluasi dan alokasi oleh Kementerian Pertanian. sSelain bertanggungjawab menyediakan pupuk bersubsidi, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani, Pusri juga menyiapkan stok pupuk non subsidi dan rangkaian produk inovasi Pusri.

Untuk pupuk non subsidi sendiri, harganya ditentukan oleh mekanisme pasar, khususnya pasar internasional. Artinya, harganya naik turun tergantung dari kondisi harga pasar dunia. Saat ini, di dunia sedang terjadi lonjakan permintaan pupuk yang dibarengi dengan turunnya pasokan atau suplai di pasar internasional. Penyebabnya, antara lain, beberapa negara penghasil pupuk menghentikan sementara kegiatan ekspor guna memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Negara-negara ini, antara lain China, Rusia dan beberapa negara lain juga mengalami kesulitan pupuk untuk kebutuhan dalam negerinya.

Kondisi ini diperparah dengan adanya krisis energi yang terjadi di Eropa. Akibatnya terjadi lonjakan harga gas dunia. Ini menyebabkan biaya produksi pupuk juga naik secara signifikan. Akibatnya, banyak pabrik pupuk yang menghentikan produksinya karena biaya produksi terlalu tinggi. Karena terjadi kekurangan suplai, harga pupuk di pasar internasional kembali naik, termasuk pupuk urea. Hal inilah yang memicu terjadinya kenaikan harga pupuk yang signifikan karena permintaan melebihi suplainya, khususnya pupuk jenis DAP dan KCl Harga urea impor saat ini, adalah sekitar Rp12,7 juta per ton.

Mengantisipasi hal tersebut diatas, Pupuk Indonesia Grup, berkomitmen untuk sedapat mungkin memberlakukan harga pupuk yang masih terjangkau dan tidak terlalu memberatkan petani dan konsumennya. Saat ini, harga yang ditetapkan oleh Pupuk Indonesia Grup sekitar 74% dari harga pupuk internasional.

Pupuk Indonesia juga berkomitmen menjaga stok pupuk nasional di musim tanam ini dengan menyiapkan stok melebihi ketentuan Pemerintah.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved