Breaking News:

Berita Palembang

Angkutan Batu Bara Lintasi Sungai Musi Akan Dipungut Retribusi, Berlaku Mulai 2022

Pemkot Palembang berencana mulai menerapkan pemungutan retribusi kepada angkutan batu bara yang melalui Sungai Musi.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
Sripo/ Mat Bodok
Ilustrasi angkutan batu bara yang melintas di sungai. Mulai 2022 angkutan batu bara yang melintasi Sungai Musi akan dipungut retribusi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana akan mulai menerapkan pemungutan retribusi kepada angkutan batu bara yang melalui Sungai Musi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan rencana ini memang telah lama dilakukan oleh Pemkot Palembang dan saat ini tengah digodok.

"Retribusi Sungai Musi adalah potensi yang akan digali oleh Pemkot Palembang melalui instansi terkait. Payung hukum sedang dipersiapkan, karena untuk menarik kontribusi dari para pengguna sungai ini butuh regulasi yang jelas," ujarnya, Jumat (19/11/2021).

Kata dia, saat ini Perda dibahas oleh DPRD Sumsel, jika telah selesai dengan cepat maka kontribusi dari para pengusaha bisa menghasilkan.

"Perda nya masih kita bahas. Kemungkinan di 2022 selesai, dan bisa aplikasikan sehingga retribusi untuk angkutan batu bara di Sungai Musi ini ada landasan hukum nya ketika dijalankan, " Terangnya.

Kata Harno, angkutan tongkang batubara sejauh ini setiap hari berlalu lintas di Sungai Musi.

Ia mengimbau agar perusahaan berpartisipasi dalam berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

"Potensinya cukup besar, terkhusus batu bara dalam Perda itu diatur Rp4000 per ton, jika produksi 30 juta ton maka menghasilkan PAD Rp120 miliar," katanya.

Ia mengatakan, jika retribusi itu telah ditetapkan, pelaku usaha juga bakal mendapat fasilitas baru, seperti pengawalan.

Pemkot juga berencana memasang rambu-rambu di sepanjang Sungai Musi dan pemasangan lampu penerangan di bawah Jembatan Ampera.

Penerbitan retribusi sungai juga untuk mendukung rencana pemkot yang mengembangkan wisata Sungai Musi. Penarikan retribusi di bidang transportasi air ini diperlukan sebagai bentuk pemberdayaan potensi Sungai Musi.

"Uang dari sungai harus balik ke sungai itu lagi. Dampaknya akan sangat banyak jika wisata Sungai Musi dikembangkan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Aprizal mengatakan saat ini regulasi terkait retribusi angkutan sungai ini tengah dibahas.

"Ya, ini maih dibahas kita harap tahun depan sudah bisa diberlakukan ini," pungkasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved