Breaking News:

Berita OKI

Razia di Pintu Masuk Tol Kayuagung, 10 Kendaraan ODOL Ditilang dan Dipaksa Putar Balik

Kepala Hutama Karya ruas Terpeka, Yoni Setyo Wisnuwardhono mengatakan razia truk ODOLdilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan dan kerusakan

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Sebanyak 10 unit truk yang dimensi dan muatannya berlebih alias truk ODOL (Over Dimensi Over Load) terpaksa putar balik dan ditilang saat hendak memasuki gerbang tol Kayuagung, Jum'at (19/11/2021) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Sebanyak 10 unit truk yang dimensi dan muatannya berlebih alias truk ODOL (Over Dimensi Over Load) terpaksa putar balik dan ditilang saat hendak memasuki gerbang tol Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Dalam peraturannya, truk ODOL memang tidak diperbolehkan masuk ke jalan tol oleh pengelola PT Hutama Karya (Persero) ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayuagung (Terpeka).

Kepala Hutama Karya ruas Terpeka, Yoni Setyo Wisnuwardhono mengatakan razia dilakukan dalam rangka mengurangi angka kecelakaan dan kerusakan jalan.

Dalam operasi penindakan kali ini, setiap truk yang lewat akan ditimbang untuk diketahui jumlah muatannya. Nantinya, jika muatan melebihi kapasitas, kendaraan akan ditilang di tempat oleh petugas serta dipaksa putar balik.

"Tadi penimbangan dilakukan dengan menggunakan alat portabel weight in motion (WIM). Cara kerjanya, pengemudi truk akan melintasi timbangan portabel ini untuk diketahui berat muatan yang dibawa kendaraan," 

"Berat muatan akan disesuaikan dengan ukuran kendaraan, untuk kendaraan truk besar maksimal berat kendaraan dan muatan yaitu 24 ton," Yoni Setyo.

Selain itu, bagi kendaraan yang volumenya melebihi ukuran yang sesuai, dan surat-surat sudah tidak berlaku juga akan dilakukan penilangan.

"Dampak dari beroperasinya kendaraan ODOL sangat berbahaya bagi keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain. Serta mempersingkat usia kontruksi jalan," ungkap dia.

Dirinya berharap operasi penindakan ini dapat memberikan efek jera dan menekan jumlah pelanggaran di jalan tol.

"Ini merupakan wujud komitmen sinergi dan tindak tegas dalam upaya mewujudkan jalan tol bebas ODOL. Kegiatan seperti ini bisa menekan jumlah pelanggaran yang berdampak resiko kecelakaan di jalan tol berkisar 30 persen," tuturnya.

Sementara itu, Kadishub OKI, Antonio Romadhon menyatakan razia yang digelar sejak pagi hingga siang hari tersebut didapati beberapa pelanggaran yang kemudian dilakukan penilangan.

"Sebanyak 10 mobil terjaring razia gabungan dengan beragam jenis kendaraan mulai dari truk, tronton angkutan barang," terang Anton.

Baca juga: Lakukan Pungli ke Sopir Truk, 4 Pegawai Dishub OKI Dipecat, Kadishub. Langsung Berhenti

Anton mengatakan razia odol merupakan agenda rutin Dishub bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan di ruas jalan tol akibat truk melebihi kapasitas muatan. 

"Selain ruas jalan tol, kita juga lakukan penindakan di ruas dalam kota maupun jalan lintas timur," bebernya.

"Penyebab dilakukan penilangan antara lain karena kelebihan muatan, surat menyurat tidak lengkap berupa tidak memiliki atau habis masa berlaku seperti masa uji Kendaraan (KIR) dan surat ijin usaha serta STNK habis masa berlakunya," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved