Breaking News:

Berita Prabumulih

Jelang Akhir Tahun Retribusi KIR Prabumulih Masih Kosong, Ini Penyebabnya

Kepala Dishub kota Prabumulih, Marthodi menegaskan semua pelayanan KIR harus menerapkan sistem Blu-E (Bukti Lulus Uji Elektronik)

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Gedung Dinas Perhubungan di Terminal Jalan Lingkar Timur kota Prabumulih. Jelang Akhir Tahun Retribusi KIR Prabumulih Masih Kosong 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH -Mendekati akhir tahun retribusi KIR kendaraan di Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Prabumulih masih nihil alias nol rupiah. Hal itu disebabkan sejak Januari 2021 Dishub belum bisa melayani pembayaran KIR.

"Untuk pelayanan KIR belum bisa, karena kita masih menunggu kartu yang diterbitkan langsung dari Kementerian, kalau peralatan lainnya sudah siap," ungkap Kepala Dishub kota Prabumulih, Marthodi kepada wartawan ketika diwawancarai, Jumat (19/11/2021).

Marthodi mengaku saat ini semua pelayanan KIR harus menerapkan sistem Blu-E (Bukti Lulus Uji Elektronik) dimana kartu untuk menerbitkan surat dipesan langsung ke Kementerian.

"Kita sudah sejak enam bulan terakhir memesan kartu tersebut namun tak kunjung datang. Kalau dulu kan hasil uji KIR masih ditulis secara manual, sekarang tidak," jelasnya.

Akibat belum bisa melayani itu maka sangat berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah dimana hingga saat ini masih kosong alias nol.

"Kalau sekarang masih kosong, mudah-mudahan datang minggu-minggu ini sehingga bisa menambah PAD," katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD KIR, Andi Wilantoro mengaku pelayanan KIR tutup sejak awal tahun lalu sehingga perolehan PAD KIR masih nol padahal tahun ini pihaknya ditargetkan Rp 300 juta dari retribusi KIR.

"Jadi sejak 1 Januari ada aturan Blu-E dari Kementerian pusat sehingga tidak lagi melakukan pengujian bagi balai pengujian yang belum bisa menerapkan sistem blu-e," jelasnya.

Untuk alat Blu-e itu merupakan alat elektronik yang membeli alat sendiri bukan dari kementerian dan pihaknya telah menganggarkan dana melalui APBD Induk.

"Kita anggarkan sekitar Rp 200 juta, sekarang sedang dalam tahap proses persiapan, akhir tahun ini sudah berjalan tapi masih menunggu proses dari pusat," lanjutnya.

Baca juga: Tidak Pasang Target di Porprov Sumsel 2021, Wali Kota Prabumulih Minta Atlet Jangan Buat Ribut

Ditanya bagaimana dengan masyarakat yang datang untuk KIR, Andi mengaku untuk kendaraan di dalam kota Prabumulih sementara waktu tidak diadakan razia KIR.

Namun, untuk kendaraan yang sering keluar kota disarankan melakukan uji KIR pada kabupaten/kota terdekat yang sudah menerapkan pelayanan Blu-E.

"Kita sarankan seperti ke Kayuagung, Muaraenim, Palembang, Baturaja, Martapura, Lubuk Linggau, Lahat dan lainnya. Biasanya kita hanya rekomendasi, tapi untuk memutuskan kelulusan tetap didaerah masing-masing," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved