Breaking News:

Berita OKU Selatan

Dirudapaksa Lalu Disetrum, Rekontruksi Pembunuhan Bocah 12 Tahun di OKU Selatan

Polisi menggelar rekontruksi Pembunuhan keji disertai tindakan asusila dilakukan oleh tersangka Wahyu (50) terhadap korban Y (12)

SRIPOKU/ALAN
Rekontruksi pembunuhan bocah 12 tahun di aliran Sungai Selabung, wilayah Kecamatan Buay Sandang Aji, OKU Selatan 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA-Pembunuhan keji disertai tindakan asusila dilakukan oleh tersangka Wahyu (50) terhadap korban Y (12) di Desa Tanjung Raya Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) sungguh keji dan biadab.

Bocah malang tak berdosa itu dirudakpaksa hingga dihabisi dengan kejam oleh tetangganya sendiri sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, Selasa 26 Oktober lalu.

Korban, baru ditemukan oleh warga yang mencari keberadan korban sehari setelahnya mengapung dialiran Sungai Selabung tak jauh dari Jembatan Desa Sukarame Desa Sukarame berjarak 3 kilometer dari TKP kejadian.

Kekejaman tersangka pria yang telah beristri itu tergambar jelas saat melakukan rekonstruksi ulang digelar oleh Polres OKU Selatan, Kamis (19/11/2021).

Terdapat 46 adegan dipraktekan oleh tersangka saat reka ulang perkara, mulai dari membekap mulut sibocah, membawanya kesungai, merudakpaksa, menyetrum, menenggelamkan hingga menghanyutkan korban ke Sungai yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban.

Ayah korban Edi Fahrizal yang masih tak percaya akan kepergian putrinya berharap, penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal terhadap pelaku yang telah membunuh secara kejam putrinya.

"Saya meminta keadilan untuk anaknya. Saya berharap pelaku bisa jerat hukum seberat-beratnya,"ucap Rizal, panggilan warga setempat, Jumat (19/11).

Terpisah, AKBP Indra Arya Yudha SH, SIK, MH Kapolres OKU Selatan usai memimpin rekonstruksi mengatakan pelaku Wahyu dikenakan pasal berlapis tentang UUD perlindungan anak dan pembunuhan penganiayaaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

"Untuk tersangka sementara ini kita terapkan pasal 339 KUHP, dimana perbuatan ataupun tindak pidana tersangka ini dibarengi sebelumnya dengan tindakan pidana lainnya,"ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya yang bersangkutan kita kenanakan 339 KUHP Jo Pasal 80 undang-undang perlindungan anak,"ungkap AKBP Indra,"tandasnya.

Tersangka Wahyu (50) dijerat undang perlindungan anak dengan ancaman pidana kurungan penjara 15 tahun serta pasal pembunuhan dengan ancaman seumur hidup.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved