Breaking News:

Berita OKI

Oknum Guru Ponpes di OKI Jadi Tersangka Kasus Asusila 12 Santri Laki-laki

Oknum tenaga Guru sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan diringkus Polisi terkait kasus asusila

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Kasat Reskrim Polres OKI, Sapta Eka Yanto didampingi Kanit PPA IPDA Jamal saat melakukan press release kasus asusila di Mapolres Ogan Komering Ilir, Kamis (18/11/2021) sore. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Seorang oknum tenaga pengajar sebuah  pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Pria berinisial RP (19 tahun) ditangkap Satreskrim Polres OKI.

Dirinya ditangkap karena telah mencabuli 12 siswanya.

Kapolres OKI, AKBP Dili Yanto melalui Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto mengatakan RP tercatat sebagai warga Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir.

Ia merupakan oknum guru di ponpes tersebut.

AKP Sapta mengungkapkan, kasus asusila ini terungkap setelah adanya laporan dari salah satu orangtua murid yang mengaku anaknya telah menjadi korban pencabulan oleh gurunya di ponpes tersebut.

"Orangtua murid ini curiga anaknya mengeluh sakit di bagian kemaluan. Setelah digali keterangan lebih lanjut korban mengaku telah menjadi korban pencabulan gurunya sendiri," ujarnya saat melakukan press release di Mapolres OKI, Kamis (18/11/2021) sore.

Dikatakan lebih lanjut, anggota bersama Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Jamal melakukan penyelidikan hingga menangkap terduga pelaku didalam area ponpes. 

Dari keterangkan saksi dan alat bukti, diketahui sejauh ini jika korban asusila mencapai 12 orang.

"Korban ada yang berusia 11, 12, 13 tahun, semuanya merupakan santri laki-laki," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved