Breaking News:

Berita Polres OKU Selatan

Langgar Disiplin Polri dan Narkoba, Kapolres OKU Selatan Pimpin PTDH 6 Polisi

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha, SH, SIK, MH memimpin upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) 6 anggota kepolisian

SRIPOKU/ALAN
Upacara PTDH enam anggota kepolisian di Halaman Mapolres OKU Selatan, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha, SH, SIK, MH membuktikan ketegasannya dalam mendisiplinkan jajaran personel Polres OKU Selatan.

Ketegasan dibuktikan saat upacara pemberian punishment terhadap 6 anggota kepolisian yang melanggar kode etik kepolisian dilakukan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

Meski merasa berat, untuk mewujudkan kerja profesional Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha, SH, SIK, MH menegaskan punisment tindakan pencopotan anggota setelah dilakukan pertimbangan sesuai koridor hukum yang berlaku.

"Sebetulnya rasa berat dan sedih untuk melakukan upacara (PTDH) ini karena imbasnya bukan hanya kepada yang bersangkutan saja, tetapi juga kepada keluarga besarnya,"ujarnya, Kamis (18/11).

Namun, kata Kapolres Indra anggota yang diambil tindakan PTDH pasca telah dilakukan pembinaan program Mang Pedeka Jero terhadap masing-masing yang bersangkutan.

"Untuk diketahui bahwa hal itu telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang, penuh pertimbangan dan senantiasa berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku,"ungkapnya.

Adapun keenam anggota kepolisian Polres OKU Selatan yang diberikan punisment pencopotan empat diantaranya terlibat kasus Narkoba lulusan bintara Briptu S, Briptu PJ, sebelumnya bertugas dari satuan Sat Samapta sementara Briptu AP dan Bripka HC sebagai anggota biasa.

Sedangkan dua anggota Bintara lainnya Bripda MB juga dari Sat Samapta dan Briptu AP sebagai anggota biasa tersandung kasus Disersi disiplin Polri.

Baca juga: HUT Korps Brimob Polri ke -76, Polres OKU Selatan Datangi Mako Brimob Belitang OKU Timur

Kapolres OKU Selatan meminta personel Polres OKU Selatan mengambil pelajaran dari upacara pemberian punishment guna menjalankan tugas secara prosional.

"Jadikan ini intropeksi diri dan cerminan agar menjadi pribadi yang baik dalam menjalankan tugas secara profesional dan melaksanakan tugas dengan baik serta bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku,"tandasnya.

Pemberian punishment ini merupakan salah satu wujud dan realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi hukuman bagi personel yang melakukan pelanggaran baik disiplin maupun kode etik kepolisian. (SP/ALAN)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved