Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Lahan Pertanian Cabai di Arisan Jaya OI Terendam Air Rawa, Panen Berkurang hingga 75 Persen

Memasuki musim hujan, panen cabai di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir, mengalami penyusutan.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Suryani memetik cabai keriting merah di kebun miliknya di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir, Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Memasuki musim hujan, panen cabai di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir, mengalami penyusutan.

Hal ini dikarenakan lahan pertanian cabai terendam air rawa yang naik.

Suryani, salah seorang petani cabai mengungkapkan, kenaikan air mulai terjadi pada awal November lalu.

"Awal bulan ini hujan deras selama beberapa hari dan air naik cukup tinggi sampai ke (lahan) perkebunan cabai," kata Suryani di kebun cabai miliknya, Rabu (17/11/2021).

Saat ditemui, Suryani sedang memetik cabai merah keriting yang masih bagus, di antara sebagian buah lainnya yang layu.

Di lahan cabai seluas 2 hektare milik Suryani, panen mengalami penurunan drastis hingga 75 persen.

"Kalau biasanya bisa dapat 40 kilo cabe sekali petik, sekarang cuma dapat 10 kilo," kata Suryani.

Lahan pertanian cabai yang terendam air ini, kata Suryani, merupakan peristiwa tahunan yang dialami petani di wilayah Pemulutan Barat termasuk Desa Arisan Jaya.

Hanya saja, tinggi air berbeda setiap tahunnya tergantung intensitas curah hujan.

"Tahun ini lumayan jauh menurun panen karena mau musim hujan. Tapi juga kalau kemarau bisa gagal panen. Maunya cuaca sedang saja, lembab," ungkap Suryani.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved