Breaking News:

Spirit Bisnis

Harga Batu Bara Naik Hampir 2 Kali Lipat, PT Semen Baturaja Tingkatkan Efisiensi di Semua Lini

Batu bara yang menjadi bahan baku pabrik semen naik signifikan 97,8 persen dibandingkan harga bulan Januari 2021. Kenaikan ini tentu berdampak

Penulis: Hartati | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Hartati
Direktur Utama PT Semen Baturaja Jobi Triananda 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pabrik semen di Indonesia sedang memutar otak menyiasati kenaikan harga batu bara yang hampir dua kali lipat.

Batu bara yang menjadi bahan baku pabrik semen naik signifikan 97,8 persen dibandingkan harga bulan Januari 2021. Kenaikan ini tentu berdampak pada meningkatnya biaya produksi.

Direktur Utama PT Semen Baturaha Jobi Triananda pada acara syukuran HUT ke 47, Selasa (16/11/2021) mengungkapkan, kinerja perusahaan pada kuartal tiga tahun ini terus membaik dan berhasil membukukan laba bersih Rp 16,6 miliar.

Angka ini jauh lebih baik dibanding periode yang sama kuartal ketiga tahun lalu yang justru rugi.

Dari sisi pendapatan, SMBR juga mencatat kenaikan pendapatan 5,47 persen dengan realisasi pendapatan Rp 1,15 triliun dibanding tahun 2020. Sementara itu realisasi pendapatan kuartal ketiga tahun ini sebesar Rp 1,21 triliun.

"Alhamdulillah pandemi semakin landai dan pemulihan ekonomi semakin baik sehingga kinerja perusahaan juga ikut tumbuh dan semoga di akhir tahun juga ditutup dengan pencapaian yang semakin baik lagi," kata 

Meski kinerja terus membaik namun perusahaan diminta terus melakukan efisiensi di semua lini bisnis karena saat ini juga bahan baku batu bara naik signifikan.

Jobi mengatakan menghadapi tantangan bisnis di era digital saat ini membuat Semen Baturaja juga mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan industri 4.0 dengan melakukan digitalisasi layanan dengan memasarkan produk melalui e commerce dan melakukan soft launching aplikasi Build Id serta memproduksi semen yang ramah lingkungan.

Sementara itu Komisaris Utama SMBR Franky Sibarani mengatakan kinerja perseroan yang baik juga di dukung oleh kenaikan harga saham SMBR yang mencatatkan rekor tertinggi all Time hight pada 6691,34 poin.

Perbaikan ekonomi di tanah air yang juga semakin baik karena tercatat beberapa komoditi surplus ini harus dimaknai dengan baik untuk terus mempertahan kinerja.

Franky mengakui bisnis semen di tanah air sangat ketat karena banyak pesaing baru yang hadir dengan modal besar dan masif.

Namun SMBR harus optimis bisa mempertahankan pasar dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri karena paham kearifan lokal.

"Kekompakan, efisiensi dan kebersamaan adalah kunci keberhasilan meraih masa depan agar SBMR bisa terus berkontribusi membangun Indonesia dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan siap menyongsong era industri digital," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved