Berita PALI
Cerita Akbar Rafsanzani, Guru Asal PALI Dapat Beasiswa Penuh S2 di Inggris
M Akbar Rafsanzani seorang guru di SDN 3 Abab Kecamatan Abab Kabupaten PALI yang berkesempatan mendapat beasiswa magister dari pemerintah Inggris
TRIBUNSUMSEL.COM.COM, PALI -- Ungkapan kata usaha takkan mengkhianati hasil, begitu pula dirasakan pemuda yang berasal dari Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan bernama M Akbar Rafsanzani.
Guru di SDN 3 Abab ini akhirnya berhasil meraih keinginannya untuk bisa mengenyam pendidikan ke Negeri Ratu Elizabeth.
Belajar jadikan kebutuhan bukan paksaan menjadi motivasinya tersendiri, sehingga dari pelosok bisa menuntut ilmu ke negeri orang.
M Akbar Rafsanzani satu-satu orang terpilih mewakili Provinsi Sumatera Selatan bersama puluhan orang lainnya di Indonesia yang berkesempatan mendapat beasiswa Chevening ke Inggris.
Akbar berhasil menyelesaikan studi S2 nya pada Jurusan Pendidikan dengan Spesialisasi Teknologi Digital di Universitas Hull, Inggris.
Program beasiswa Chevening sendiri diketahui untuk menempuh pendidikan di Inggris yang dibiayai secara penuh oleh pemerintah Inggris dan mitraorganisasi yang digelar pada setiap tahunnya.
Akbar yang tercatat sebagai ASN Kabupaten PALI ini mulai aktif mengajar di SDN 3 Abab sejak Tahun 2015.
Selama mengajar, ia mengaku terus melakukan pemetaan seperti lokasi universitas yang akan dituju, menguasai keterampilan berbahasa Inggris dan mendalami isu bidang dikuasai.
"Alhamdulillah, saat ikut seleksi di 3 universitas di Inggris semuanya lulus. Namun saya lebih memilih University Hull Inggris, karena dinilai para profesor yang menjadi dosen sesuai dengan apa yang saya butuhkan," ungkap Akbar, Selasa (16/7/2021).
Dijelaskan, program beasiswa Chevening ini terbuka untuk umum, tidak ada batas usia, untuk program studi apapun di universitas manapun di UK.
Chevening mencari pelajar dengan karakter kepemimpinan yang memiliki pengalaman di dunia kerja.
"Perdana ikut tes, Alhamdulillah langsung lulus Beasiswa Chevening dan membantu saya bisa kuliah di Inggris selama satu Tahun pada Tahun 2020 kemarin yang semuanya ditanggung pemerintah Inggris," katanya.
Syaratnya jelas Akbar, dibuka setiap tahun di website Chevening Indonesia, kemudian bisa memilih jurusan sesuai bidang masing-masing, dalami toefl serta isu yang dipahami serta kemudian tes wawancara dan kelengkapan berkas.
Harapannya setelah lulus dapat memberikan kontribusi yang relevan seperti menggaungkan ide reformasi pendidikan yang lebih humanis, berkeadilan, dan melek teknologi.
Baca juga: Stand PALI Terbaik di Kriya Sriwijaya Expo 2021, Produk Anyar Lampu Bakebu Pikat Pengunjung
Ditambah lagi ia pernah kuliah bersama puluhan teman-teman dari mancanegara, sehingga bisa mengetahui isu pendidikan di negara mereka
"Ditengah pandemi virus Corona ini, kelas saya terdiri dari seminar online dan tutorial. Kegiatan tatap muka hanya berlaku saat kelas tutorial dan bimbingan disertasi bersama penyelia akademik. Sehingga bisa menghilangkan kejenuhan siswa dimasa Pandemi," katanya (SP/REIGAN)