Breaking News:

Berita Pemprov Sumsel

Pasca Direnovasi, Herman Deru Resmikan Gedung Golf Club House Palembang Golf Club (PGC)

Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru meresmikan gedung Golf Club House Palembang Golf Club (PGC) Kenten Golf Course Minggu (14/11/2021).

Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru meresmikan gedung Golf Club House Palembang Golf Club (PGC) Kenten Golf Course Minggu (14/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Usai direnovasi, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi Ketua Palembang Golf Club (PGC) H. Syahrial Oesman meresmikan gedung Golf Club House Palembang Golf Club (PGC) Kenten Golf Course Minggu (14/11).

Peresmian ditandai pengguntingan pita dilanjutkan dengan peninjauan ruangan dalam gedung dan sejumlah fasilitas yang ada di gedung tersebut.

Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru menuturkan, gedung yang di renovasi ini sebagai sarana untuk melahirkan atlet golf yang handal untuk mengharumkan Sumsel ditingkat nasional maupun dunia.

“Hari ini kita meresmikan renovasi untuk melanjutkan cita-cita dari bapak Ibnu Soetowo dulu, bahwa Gedung ini dibangun untuk memfasilitasi para golfer, perlu dicatat juga bahwa ini monumen nasional yang dimiliki oleh Provinsi Sumsel,” ungkapnya mengawali sambutan.

Herman Deru menuturkan, Kenten Golf Course berdiri diatas lahan seluas 72 hektar ini pula tercatat oleh Persatuan Golf Indonesia (PGI) yang pertama teregister.

Oleh sebab itu dengan tegas ia menyatakan, lapangan golf tersebut akan tetap dipertahankan menjadi cagar budaya.

“Lapangan golf ini registernya di PGI itu 001, jadi lapangan golf pertama yang terdaftar seluas 72 hektar pada saat itu, nah ini karena kita rasakan ini berusia lebih dari 50 tahun, kita akan pertahankan ini menjadi cagar budaya dan tidak boleh di komersilkan apalagi dibangun mall, tidak ada itu,” tegasnya. 

Herman Deru mengucapkan terimakasih kepada Para pegolf dan Sponsor yang telah ikut Andil dalam mengembangkan potensi olahraga Golf di Sumsel.

“Esklusifnya bukan di harga alat golf tapi ekslusifnya di prestasi, jangan ada jurang pemisah dengan masyarakat. Kita akan cari bibit sebenarnya lebih daripada pengenalan agar anak-anak generasi penerus kenal dengan golf, tidak semua orang berani masuk kesini, stigma-nya mahal, karena itu saya percayakan PGC mengelola situasi itu,” pungkasnya. (RIL)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved