Breaking News:

Porprov Sumsel 2021

KONI Palembang Protes, Atletnya Dibajak Kabupaten Lain untuk Ikut Porprov Sumsel 2021

Atlet-atlet yang dibina KONI Palembang dan mimiliki KTP Palembang membela kabupaten lain di gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel 2021

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Abdul Hafizs
Wakil Ketua Umum KONI Palembang Bidang Hukum dan Pengawasan Jafrial (kedua dari kiri) bersama pengurus bidang hukum. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palembang melayangkan protes kepada Panitia Besar (PB) Porprov XIII Sumsel tahun 2021 karena atletnya dibajak oleh kabupaten lain.

Atlet-atlet yang dibina KONI Palembang dan mimiliki KTP Palembang membela kabupaten lain di gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel 2021 di OKU Raya.

"Banyak atlet Kota palembang diambil oleh kabupaten lain, kami akan memprotes hal itu, mereka dibina di Kota Palembang, berdomisili di Palembang," ungkap Wakil Ketua Umum KONI Palembang Bidang Hukum dan Pengawasan Jafrial, Sabtu, (13/11/2021).

Protes KONI Kota Palembang tertuang dalam dalam surat nomor : 301/KONI PLG/11/2021. Protes tersebut terkait beberapa atlet dari Cabang Olahraga Panjat Tebing dan Futsal memperkuat kontingen kabupaten lain.

Menurut Jafrial, hal ini tidak sesuai dengan pedoman umum Porprov XIII Sumatera Selatan Tahun 2021 tentang persyaratan.

Baca juga: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov Sumsel) 2021 : Ini Jadwal Pembukaan, Cabor, Tempat Pelaksanaan

"Kami sampaikan bahwa pemain futsal dan panjat tebing ada yang membela Kabupaten PALI, Kabupaten Muaraenim, dan Kabupaten Musi Banyuasin, OKI, OKU Timur adalah pemain yang memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) Kota Palembang."

"Untuk itu kami mohon agar kiranya dapat mendiskualifikasi atlet-atiet tersebut, "jelas Jafrial yang didamping bidang hukum Abadi Rasuan SH.

Sekretaris KONI Provinsi Sumsel Suparman Romans yang dikonfirmasi, telah menerima surat dan mengetahui protes yang dilayangkan KONI Kota Palembang.

"Sedang kita kaji, telaah permasalahannya. Senin nanti kita undang pihak terkait," jelas Suparman Romans.

Selanjutnya, Suparman yang juga Staf Khusus Walikota Palembang bidang generasi muda menyatakan jika terbukti maka pihaknya akan meminta atlet dikembalikan.

"Bila tidak maka akan kita diskualifikasi," ujarnya. (SP/ Abdul Hafisz)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved