Breaking News:

Berita MUBA

Tangga Proyek Pembangunan RSUD Sekayu MUBA Roboh, DPRD Ingatkan Kontraktor

Humas RSUD Sekayu, Andodi menyebut robohnya Scaffolding Pembangunan RSUD Sekayu menyebabkans satu motor pegawai tertimpa.

SRIPOKU/FAJERI
Tangga Proyek atau Scaffolding pembangunan RSUD Sekayu roboh akibat angin kencang, Minggu (7/11/2021) malam 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU --Derasnya hujan disertai angin kencang pada Minggu malam (7/11/2021) sempat menghebohkan para pegawai dan keluarga pasien di RSUD Sekayu.

Tangga proyek atau Scaffolding Pembangunan RSUD Sekayu tiba-tiba roboh sekitar pukul 19.00 WIB.

Humas RSUD Sekayu, Andodi mengatakan tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut. Hanya saja salah satu unit motor pegawai RSUD tertimpa tiang penyangga tersebut.

"Untungnya tidak ada korban, dan motor tersebut memang diparkir di dekat pembatas bangunan," ujarnya.

Dirinya menambahkan, pasca roboh pihaknya langsung mengambil antisipasi dengan segera menyingkirkan tiang tersebut agar tidak terjadi sesuatu yang berbahaya.

"Saat ini sudah aman, memang scaffolding sebagian besar sudah selesai pemasangan HCP," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Muba yang terdiri Karan Kenedi, Alpian M.Amin, S.H, dan M.Tanzil Asrori, mendatangi RSUD Sekayu pasca robohnya Scaffolding di RSUD Sekayu. Selain itu pihaknya juga melihat secara langsung pelayanan di RSUD Sekayu.

“Ya ini bencana alam, tapi kita ingatkan kepada pihak kontraktor untuk selalu melakukan SOP pada setiap pekerjaan. Kalau sudah SOP pasti tidak ada kejadian robohnya Scaffolding seperti ini,”tegas Karan Kenedi.

“Terkait permasalahan ini ada dua pertanyaan yang kita tanyakan, pertama kontraktor yang tidak SOP atau lahan parkir yang tidak sesuai SOP. Kalau untuk kendaraan yang rusak pihak kontraktor bertanggungjawab penuh atas kejadian yang terjadi,”ujarnya.

Baca juga: Sehari Tak Pulang, Pencari Kayu Gelam di Keluang MUBA Ditemukan Tewas Tenggelam

Sementara itu, Kepala BPBD Muba, Jhony Martohonang menghimbau masyarakat untuk siaga banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang mengintai.

Dimana wilayah Kabupaten Muba sebagian besar wilayahnya di aliri sungai besar maupun kecil dan juga musim penghujan.

“Ya, saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan oleh sebab itu kita minta masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan banjir dan tanah longsor serta angin kencang luntuk waspada. Jika kondisi air sudah semakin tinggi dan curah hujan sangat tinggi kita minta untuk segera mengungsi,”kata Jhony. (SP/FAJERI)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved