Breaking News:

Estafet Kepemimpinan PT Pelabuhan Indonesia Regional 2 Palembang Dipegang Imam Rahmiyadi

Pimpinan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Palembang / Pelindo Palembang resmi berganti dari Silo Santoso ke Imam Rahmiyadi, pergantian ini

Editor: Moch Krisna
IST
Malam pisah sambut General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Palembang/Pelindo Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pimpinan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Palembang / Pelindo Palembang resmi berganti dari Silo Santoso ke Imam Rahmiyadi, pergantian ini ditandai dengan pisah sambut yang digelar di Novotel Palembang, Jumat (5/11/2021) malam.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang sebelumnya, Silo Santoso dipindah tugas menjadi General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok. Sedangkan penggantinya Imam Rahmiyadi adalah seorang yang sebelumnya menjabat Direktur Komersial PT Multi Terminal Indonesia (MTI), yang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero)

Selain dihadiri oleh Manager Anak Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang beroperasi di Palembang dan tergabung di dalam Pelindo Group, acara malam pisah sambut General Manager Pelindo Palembang turut dihadiri pula oleh seluruh unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, Kepala KSOP kelas II Palembang, DPC INSA, Forkopimda Kota Palembang, Asosiasi Pengguna Jasa, Mitra Kerja, Pegawai PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang, Persatuan Istri Pegawai (PIP) dan seluruh stakeholder perusahaan lainnya.

Dalam sambutannya, Imam Rahmiyadi mengungkapkan, mengemban amanah sebagai General Manager Pelindo Palembang merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi dirinya mengingat PT Pelindo sudah bersatu. Semenjak PT Pelindo integrasi, mutasi yang dilakukan oleh jajaran direksi baru adalah yang perdana.

"Saya sebelumnya menjadi Senior Vice President Operasi Pelindo. Terus diberikan amanah sebagai direksi anak perusahaan di PT Multi Terminal Indonesia / IPC Logistik. Harapan kami mohon supportnya stakeholder maritim yang ada di Palembang. Semangat kami untuk perubahan yang lebih baik. Kami disini menyempurnakan dan melanjutkan apa yang sudah dilakukan pak Silo Santoso, " ungkap Imam.

Malam pisah sambut General Manager PT Pelabuhan Indonesia
Malam pisah sambut General Manager PT Pelabuhan Indonesia (IST)

Sudah cukup lama bekerja di bidang Pelabuhan, Imam sudah pernah ditempatkan di Pelabuhan Teluk Bayur Padang Sumatera Barat selama 11 tahun, berawal menjadi pelaksana penjaga pos pelabuhan, lalu foreman dan koordinator Foreman bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur hampir 11 tahun, lalu ke pelabuhan Tanjung Priok sebagai Manager Operasional, lalu baru ke kantor pusat PT Pelindo II. Sehingga ini jadi semangat baginya melanjutkan apa yang sudah baik dan konsisten dilakukan General Manager sebelumnya, Silo Santoso.

Sebelum berdiskusi dengan stake holder pelabuhan dan sejumlah asosiasi, dirinya sudah mengecek secara langsung kondisi pelabuhan di Sumatra Selatan.

"Dari hari Senin sampai Jumat tadi saya cek operasional Pelabuhan, tidak hanya Boom Baru. Pelabuhan Tanjung Carat sudah lama dibahas tim kami di kantor pusat bagaimana pas mengelolanya. Alhamdulilah rencana Ground Breaking di tahun ini kami mendukung demi kemajuan ekonomi Sumsel, " jelasnya.

Di tempat yang sama, Silo Santoso mengatakan, peluang besar ekonomi Sumsel mesti terjaga mengingat sarana yang memadai.

"Di samping ekonomi Sumsel yang tumbuh meski beberapa Provinsi tetangga turun, ini mesti kita jaga. Jarak Palembang ke lampung sudah dekat, peluang dan tantangan selalu ada. Misal kopi, Sumsel memiliki luas kebun kopi sekitar 250 ribu hektar, tinggal bagaimana strategi potensi-potensi yang ada dimaksimalkan, " tutur Silo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved