Breaking News:

Berita Muara Enim

Pemkab Muara Enim Dukung UIGM Cetak Tenaga Dokter

MoU itu dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) bersama Rektor UIGM Marzuki Ali di Aula UIGM Palembang

SRIPOKU/ARDANI
Pemerintah Kabupaten Muara Enim melakukan MoU siap mendukung pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang, Jum'at (5/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM,-Pemerintah Kabupaten Muara Enim siap mendukung pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang. 

Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan naskah kesepakatan bersama atau MoU antara Pemkab Muara Enim dengan UIGM Palembang, di Aula UIGM Palembang, Jum'at (5/11/2021). 

MoU itu dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) bersama Rektor UIGM Marzuki Ali, yakni  tentang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan IPTEK, Inovasi, dan Pengabdian kepada masyarakat.

“Pendirian Fakultas Kedokteran UIGM ini adalah wujud dari pada bentuk sumbangsih kami  selaku lembaga membantu pemerintah untuk menghasilkan generasi-generasi yang berkompeten khususnya dibidang kesehatan,” ucap mantan Ketua DPRD RI periode 2009-2014 Marzuki Ali.

Menurut Rektor UIGM Marzuki Ali,  bahwa pihaknya berharap Pemkab Muara Enim melalui Bupati Muara Enim untuk terus memberikan dukungan kepada UIGM, demi merealisasikan pendirian Fakultas Kedokteran di UIGM ini.

“Kepada Pak Bupati Muara Enim beserta jajaranya untuk dapat memberikan arahan, masukkan, dan saran yang tentu bersamaan dengan dukukungannya demi merealisasikan pendirian Fakultas Kedokteran di UIGM ini,” pinta Marzuki.

Sementara itu Pj Bupati Muara Enim Dr H Nasrun Umar menyatakan siap memberikan dukungan sepenuhnya yang tentu sesuai porsi dan tupoksi serta aturan yang berlaku.

Niat baik dan cita-cita mulia tersebut patut dan wajib didukung mengingat jumlah dokter di Indonesia terendah kedua di Asia Tenggara yaitu sebesar 0,4 dokter per 1.000 penduduk.

Artinya, Indonesia hanya memiliki 4 dokter yang melayani 10.000 penduduknya.

Jumlah ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Singapura yang memiliki 2 dokter per 1.000 penduduknya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved