Berita Lubuklinggau

Sempat Beroperasi Sepekan, Batik Air Setop Penerbangan di Bandara Silampari Lubuklinggau

Sempat beroperasi selama sepekan maskapai Batik Air kembali menghentikan penerbangan di Bandara Silampari Lubuklinggau Sumsel.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Bandara Silampari Lubuklinggau. Informasi terbaru maskapai Batik Air tergabung dalam Lion Group memutuskan tidak terbang sementara waktu dari dan ke bandara tersebut terhitung 1 November 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Setelah sempat beroperasi selama sepekan maskapai Batik Air kembali menghentikan penerbangan di Bandara Silampari Lubuklinggau Sumsel.

Penghentian penerbangan ini resmi diajukan oleh Maskapai Batik Air terhitung tanggal 1 November 2021 kemarin sampai dengan batas waktu yang ditentukan.

Area manager Lion Group Palembang, Haris Purnomo membenarkan, bila maskapai Batik Air melakukan penundaan terbang untuk sementara waktu di Bandara Silampari.

"Ya benar untuk sementara Batik Air tujuan Lubuklinggau Jakarta cancel penerbangan, hanya untuk sementara," kata Haris saat dihubungi Tribunsumsel.com via whatsapp, Kamis (4/11/2021).

Ketika disinggung terkait penyebab penghentian layanan terbang tersebut, Haris belum memberikan jawaban lebih lanjut.

Kepala Bandara Silampari, Mega Hardiansyah membenarkan, bila maskapai Batik Air sudah melakukan cancel penerbangan di Bandara Silampari Lubuklinggau sampai batas waktu belum ditentukan.

"Suratnya sudah masuk dan sudah kita terima, mulai sejak tanggal 2 November kemarin tidak ada lagi penerbangan di Bandara Silampari," ungkapnya.

Ia pun tidak mengetahui pasti penyebab pihak maskapai Batik Air menghentikan sementara layanan penerbangan tujuan Lubuklinggau Jakarta ini, padahal menurutnya saat ini tingkat keterisian penumpang cukup baik.

Bahkan diawal- awal sampai dengan terakhir terbang penumpang di Bandara Silampari cukup baik, untuk keberangkatan dan kedatangan angka penumpang rata-rata di atas 60-70 persen dari jumlah tempat duduk yang tersedia.

"Untuk penumpang saat ini khususnya untuk keberangkatan kemarin di atas 70 persen, begitu juga sebaliknya di kedatangan diangka 60 persen lebih," ujarnya.

Ditambah dalam aturan terbang terbaru, syarat utama penerbangan yang semula harus menggunakan PCR sudah dikembalikan lagi menggunakan rapid test antigen.

"Kemarin tes PCR sebagai syarat utama cukup memberatkan kini kembali menggunakan rapid test antigen, dan kita harapkan kemarin pemberlakuan ini membuat animo masyarakat untuk terbang semakin tinggi," ungkapnya.

Namun kebijakan tersebut kembali lagi kepada pihak maskapai, padahal melihat sebelum-sebelumnya khusus di bulan November dan Desember merupakan tren positif angka penerbangan di Bandara Silampari.

"Karena di bulan ini ada Natal dan Tahun baru, biasanya tren penumpang sangat tinggi karena bertepatan dengan hari libur sekolah juga," ujarnya. 

Baca juga: 36 Personel Samapta Polres OI dan Polsek Jajaran Dites Urine Dadakan, Ini Hasilnya

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved