Breaking News:

Berita Prabumulih

ABG Korban Rudapaksa di Prabumulih Alami Stres, Badan Kurus Tinggal Tulang

R yang warga Kelurahan Tanjung Raman Prabumulih Selatan Kota Prabumulih hanya bisa terbaring lemas ditempat tidurnya

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
DOKUMEN PRIBADI
R terbaring lemah di kasur di rumahnya. foto insert : R semasa sekolah 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sungguh malang nasib dialami R yang merupakan warga Kelurahan Tanjung Raman Prabumulih Selatan Kota Prabumulih.

Gadis berusia 17 tahun ini hanya bisa terbaring lemah diatas kasur dalam mengisi hari demi hari.

Tubuh gadis ini hanya ditutupi sarung warna hijau di ruangan sempit kamar rumahnya.

Ia tidak bisa bergeser dari tempat tidurnya, hal itu disebabkan berbagai penyakit dideritanya.

Putri kedua pasangan Ridi dan Megawati itu sangat memprihatinkan dimana badannya hanya tinggal kulit pembungkus tulang dan tak bisa melakukan aktifitas apapun.

Rica mengalami penderitaan secara bertubi-tubi.

Ia pernah menjadi korban rudapaksa hingga menyebabkan banyak pikiran (stres) dan menderita penyakit tipes kronis.

Ayah Rica yang tak kuasa melihat penderitaan anaknya mengalami sakit parah.

Melihat kondisi itu, R berusaha bangkit dan belajar motor untuk ke kebun membantu ibunya menyadap karet.

Namun naas, ketika mengendarai motor menuju kebun karet R mengalami kecelakaan sepeda motor.

Tubuhnya tertimpa motor hingga membuat jari tangannya hancur dan harus diamputasi.

Ayah Rica makin parah dan meninggal dunia. R yang telah sakit makin drop dan mengalami sakit setelah ayahnya meninggal dunia.

Rica sempat dirawat di rumah sakit namun karena keterbatasan keuangan membuat anak baru gede (ABG) itu harus dirawat di rumah.

Sang ibu terpaksa harus berhenti bekerja menyadap karet untuk merawat R namun keuangan keluarga makin sulit hingga Megawati harus berjualan gorengan.

Kondisi makin sulit karena setiap tahun harus membayar kontrakan rumah ditempati keluarga itu.

Hal itu membuat kondisi R makin memburuk dengan berbagai penyakit seperti tipes kronis, asma, insfeksi saluran kemih dan luka borok.

R sendiri tidak bisa memakan nasi atau bubur namun hanya air susu.

Namun belakangan ini R terpaksa minum air teh hangat karena keuangan keluarga kesulitan untuk membeli susu.

Penyakit R sebetulnya bisa tertolong namun saat bersamaan terjadi pandemi yang melanda dunia termasuk kota Prabumulih.

Hal itu yang membuat kondisi R makin parah lantaran saat itu semua orang takut keluar rumah termasuk tenaga medis dari Puskesmas yang biasa memeriksa.

"Dulu R ini normal dan bisa berjalan. Tapi setelah kecelakaan kendaraan dan ayahnya meninggal dunia, ia selalu murung dan tidak mau makan," kata Megawati (46), ibu kandung R ketika dibincangi wartawan di kediamannya.

Megawati menceritakan kondisi R yang pada saat itu berusia 14 tahun menjadi semakin memprihatinkan karena kondisi keuangan keluarga sangat sulit.

"R harus putus sekolah di kelas 2 SMP, karena selain sakit untuk membiayai pengobatan dan kebutuhan sehari-hari keluarga saya sangat kesulitan," kata wanita berjilbab ini.

Megawati mengaku selama ini Rica diberikan minuman susu karena makan sangat sulit, namun karena kondisi keuangan makin sulit maka hanya diberikan teh hangat saja.

"Mau bagaimana lagi," katanya dengan mata berbinar.

Ketua RW setempat, Budi Santoso mengatakan pihaknya bersama tetangga, RT dan Kelurahan sejak awal memberikan bantuan terhadap R dan keluarga.

"Kita terus memberikan bantuan dan mengimbau warga lain untuk membantu, alhamdulillah banyak masyarakat Kelurahan Tanjung Raman yang memberikan bantuan," ungkapnya.

Baca juga: Link Download Hasil Ujian SKD Pemerintah Kota Prabumulih CPNS 2021, Dari Tanggal 8 September 2021

Budi Santoso dan warga lainnya berharap pemerintah serta para donatur untuk membantu R sehingga bisa sembuh dari penyakit diidapnya.

"Kita harap bantuan para donatur untuk warga kami ini, sehingga bisa sembuh seperti semula," harapnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved