Breaking News:

Berita Muratara

Petani Kelapa Sawit di Muratara Ngeluh Musim Trek, Produksi Menurun Saat Harga Tinggi

Petani sawit di wilayah Muara Rupit, Edi mengaku dampak musim trek sawit kali ini sangat luar biasa.

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Tanaman sawit milik warga di Kabupaten Musi Rawas Utara mengalami musim trek sehingga produksi TBS kelapa sawit anjlok 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) anjlok.

Pasalnya saat ini sedang mengalami musim trek sehingga perkebunan sawit warga tidak menghasilkan banyak buah seperti biasanya.

Menurut petani sawit di wilayah Muara Rupit, Edi mengaku dampak musim trek kali ini sangat luar biasa.

"Waduh sawit saya macet nian sekarang akibat trek ini," kata Edi kepada Tribunsumsel.com, Selasa (26/10/2021).

Dia menyatakan produksi sawit miliknya biasanya sekali penen berkisar 6 ton kini menurun drastis menjadi 1,5 ton.

Edi mengaku pasrah dengan kondisi ini sembari menunggu musim trek berakhir.

"Dari tadinya enam ton kini jadi tidak sampai dua ton lagi, jauh sekali turunnya, pasrah sajalah," ujar Edi.

Pemilik kebun sawit lainnya, Hengki mengatakan musim trek yang terjadi saat ini menjadi dilema baginya.

Dia mengeluh karena produksi menurun di saat harga sedang tinggi.

Harga sawit di tingkat RAM terus melejit hingga mencapai Rp2.700 per kilogram.

Sayang tingginya harga tersebut tidak dinikmati sepenuhnya oleh petani karena produksi sawit jauh berkurang.

"Harganya memang tapi produksi sedikit, jadinya sama saja. Memang begitu, kalau produksinya turun harganya naik, kalau produksi melimpah harganya turun," kata Hengki.

Dia mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya musim trek.

Sebab menurut dia, pupuk tetap diberikan seperti biasa.

"Pupuk saya kasih terus, tidak tahu juga penyebabnya. Mudah-mudahan Januari tahun depan bisa kembali normal," kata Hengki. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved