Breaking News:

Berita Palembang

Dianggap Janggal, Makam Bocah Laki-laki yang Meninggal di Bawah Jeramba Karang Dibongkar

Makam seorang bocah laki-laki meninggal ditemukan dalam posisi tertelungkup di bawah Jembatan Karang Jalan Merdeka beberapa waktu lalu dibongkar.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Tertutup tenda, makam Madon bocah yang ditemukan meninggal dunia di dekat Jembatan Karang Jalan Merdeka sedang dibongkar, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Makam seorang bocah laki-laki yang meninggal ditemukan dalam posisi tertelungkup di bawah Jembatan Karang atau Jeramba Karang Jalan Merdeka beberapa waktu lalu dibongkar, Senin (25/10/2021).

Makam bocah laki-laki itu adalah makam Madon (14) warga Jalan Temon Lorong Kuto Batu, Kelurahan 27 Ilir, yang ditemukan meninggal di dalam kondisi memakai celana pendek dan tertelungkup pada 11 Oktober lalu.

Sejak pukul 07:30 WIB pihak keluarga sudah melakukan pembongkaran makam di TPU Puncak Sekuning.

Di TPU Puncak Sekuning, pihak keluarga telah melakukan pembongkaran dan hendak melakukan autopsi pada jenazah korban. Setelah menemukan beberapa kejanggalan usai kejadian, pihak keluarga hendak melakukan autopsi.

Diketahui sebelum kejadian, kakak kandung korban Sukri (17) menyebut jika adiknya keluar dari rumah dan mengambil uang dari sebuah tas. Ia berpikir jika korban hendak membeli makanan.

Kakak sepupu korban Sadiah (43) mengatakan, kejanggalan terjadi pada jarak antara uang dan mayat ditemukan cukup jauh.

"Kami ingin melakukan autopsi karena ada kejanggalan pada kejadian yang kami temukan. Ada beberapa yang aneh, di antaranya uang yang dipegang oleh Madon ditemukan jauh dari mayatnya sekitar 500 meter, " kata Sadiah (43) kakak sepupu korban saat ditanyai.

Uang senilai Rp 6 ribu rupiah itu dalam kondisi basah di atas sebuah pelampung di aliran sungai.

Sedangkan mayat Madon ditemukan di dekat Jembatan Karang yang berjarak kurang lebih ratusan meter.

"Kalau dia jatuh sendiri harusnya uangnya tidak jauh dari posisi mayatnya atau masih digenggam. Ini justru berjauhan," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved