Breaking News:

Berita Muara Enim

Tebang 9 Pohon Pelindung, Pemkab Muara Enim Minta Diganti 1000 Bibit Pohon

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang akan menebang 9 pohon pelindung untuk pengembangan kawasan stasiun kereta Api kota Muara Enim

SRIPOKU/ARDANI
Asisten II H Riswandar SH MH memimpin langsung rapat pembahasan penebangan pohon di ruang terbuka hijau kawasan permukiman (RTHKP) Kabupaten Muara Enim di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muara Enim 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Rencana pengembangan kawasan stasiun kereta Api kota Muara Enim milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang akan menebang 9 pohon pelindung, Pemerintah Kabupaten Muara Enim meminta PT KAI agar mengganti bibit 1000 pohon di desa/kelurahan di sekitarnya.

Hal ini dikemukakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Muara Enim H Riswandar SH MH saat memimpin langsung Rapat Pembahasan Penebangan Pohon di Ruang Terbuka Hijau Kawasan Permukiman (RTHKP)  Kabupaten Muara Enim, di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muara Enim, Jum'at (22/10/2021).

Riswandar mengatakan sesuai isi surat Kepala Bagian Bangunan PT Kereta Api Indonesia Nomor: KA.104/X/1/DV.3-2021 Tanggal 18 Oktober 2021, yang intinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk melakukam penebangan 9 batang pohon diarea stasiun sesuai rencana PT KAI untuk pengembangan kawasan stasiun kereta Api kota Muara Enim milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang lebih presentatif lagi.

Namun sesuai dengan fungsi THKP dalam pasal 14 ayat (3) Permendari No.1 Tahun 2007 ditetapkan bahwa penebangan pohon diareal RTHKP publik dibatasi secara ketat dan harus seizin Kepala Daerah dan Peraturan Daerah Kab Muara Enim Nomor 13 Tahun 2018.

"Jika kita berpedoman dengan Permendagri dan Perda tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwasannya penebangan pohon dalam kawasan RTHKP ini tidak sembarang,"bkata Riswandar.

Terlebih dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Muara Enim dimana penyediaan ruang terbuka hijau seluas 30 persen dari luas kota dimana 20 persen merupakan RTH publik, 10 persen RTH privat.

Untuk itu, pihaknya meminta PT KAI untuk membantu Pemkab Muara Enim demi mewujudkan 30 persen Ruang Terbuka Hijau.

Hal ini sebagaimana yang dimuat didalam Perda Kabupaten Muara Enim No 13 Tahun 2018 untuk setidaknya memberikan 1000 pohon kepada 1 desa yang ada ditiap Kecamatan di Kabupaten Muara Enim.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Permintaan 1000 Batang Pohon untuk 1 desa ini semata-mata adalah bentuk feedback,  selaku pemangku kepetingan dalam hal ini Pemkab Muara Enim bersama PT KAI selaku pihak BUMN kepada Kabupaten Muara Enim

Dan ini, merupakan tanggung jawab pemkab Muara Enim bersama stakeholder terhadap upaya penghijauan.

Sementara itu menurut Kepala Stasiun KA Muara Enim Sukarman, bahwa pihaknya mengajukan penebangan sembilan pohon di sekitar stasiun KA tujuannya adalah untuk pengembangan dan penataan stasiun KA sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kemudian, juga untuk meningkatkan keindahan, kenyamanan dan keamanan, apalagi pohon-pohon tersebut sudah banyak yang sudah tua dan rawan tumbang yang bisa membahayakan masyarakat.

"Penumpang setiap tahun meningkat, maka otomatis kesiapan stasiun harus juga ditingkatkan untuk meningkatkan pelayanan," ujarnya.

Baca juga: Melihat Enam Inovasi Disdukcapil Muara Enim, Permudah Masyarakat Urus Dokumen Kependudukan

Mengenai adanya keinginan Pemkab Muara Enim untuk menggantinya dengan 1000 bibit pohon, tentu akan disambut dengan baik oleh pihaknya, apalagi penghijauan tersebut adalah program pemerintah.

Untuk itu, pihaknya meminta petunjuk jenis pohon apa saja, usia bibitnya dan sebagainya sehingga tidak menyalahi dilapangan. (SP/ARDANI)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved