Breaking News:

Berita Nasional

Kelompok Ahli Hisap Rokok Ini Bikin Negara Merugi Rp 53 Triliun

Estimasi konsumsi rokok ilegal (rokok tanpa pita cukai) di Indonesia mencapai 127, 53 miliar batang dan menimbulkan kerugian negara karena tidak masuk

Editor: Siemen Martin
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Negara rugi akibat adanya rokok ilegal.

Estimasi konsumsi rokok ilegal (rokok tanpa pita cukai) di Indonesia mencapai 127, 53 miliar batang dan menimbulkan kerugian negara karena tidak masuk ke dalam penerimaan bea cukai. 

Direktur Eksekutif Indodata Danis Tri Saputra Wahidin mengatakan, para penghisap rokok ilegal tersebut bikin negara merugi hingga Rp 53 triliun. 

Danis menjelaskan, latar belakang suvei penelitian rokok ilegal di Indonesia ini yakni dari adanya perdebatan adanya hubungan antara naiknya tarif cukai rokok ke peningkatan konsumsi rokok ilegal. 

"Lalu, muncul berbagai pendapat terkait dampak rokok ilegal, tapi tidak signifikan. Ada yang katakan 4 persen, 2 persen, 17 persen, rata-rata yang kami temukan (dari perdebatan itu) 2 persen sampai 17 persen," katanya. 

Nyatanya, angka-angka di publik tersebut justru malah lebih sedikit dari survei Indodata, di mana persentase dari rokok ilegal mencapai 28,12 persen. 

"Kami lakukan metode kombinasi untuk mengetahui opini publik di lapangan dan menghitung konsumsi masyarakat dan produksi rokok itu sendiri. Kami survei di 13 kota, hasilnya bisa dipertanggungjawabkan," pungkas Danis.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved