Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Wawako Lubuklinggau Pimpin Rakor Pencegahan (KTPA/TTPO) Tahun 2021

Wawako Lubuklinggau Sulaiman Kohar memimpin Rakor pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (KTPA/TTPO)

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Diskominfo Kota Lubuklinggau
Wawako Lubuklinggau Sulaiman Kohar memimpin Rakor pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (KTPATTPO) 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H.Sulaiman Kohar didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3APM) Kota Lubuklinggau, Heri Zulianta memimpin rapat koordinasi dan kerjasama lintas sektoral pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (KTPA/TTPO) Tahun 2021.

Rapat yang diselenggarakan oleh DPPPAPM Kota Lubuklinggau itu, berlangsung di Op Room Moneng Sepati Kantor Wali Kota Lubuklinggau, Jumat (22/10).

Dalam arahannya Wawako mengatakan masalah perempuan dan anak merupakan hal penting dan perlu disadari pula bahwa anak dilahirkan atas kehendak dan doa kita sendiri. Karena diluar sana banyak orang yang ingin memilki anak tapi belum dikaruniai anak.

Wawako juga mengatakan, realita yang sering terjadi banyak orang bertindak kasar terhadap anak-anaknya. Padahal anak merupakan anugerah dari maha pencipta (Allah).

"Anak merupakan generasi penerus bangsa dan keluarga dimana anak-anak adalah harapan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang,” ucapnya. Menurutnya,  keras dalam mendidik anak adalah wajar agar anak mendapatkan pendidikan dengan baik,  tetapi dalam batas-batas kewajaran.

“Anak-anak perlu dikasihi, disayangi dan dilindungi, maka pemerintah wajib melindungi anak-anak.  Apabila ada masyarakat disekitar kita yang terlalu keras dalam mendidik anak yang mengakibatkan gangguan psikologis laporkan ke DP3APM, mari proaktif dalam mencegah kekerasan terhadap anak,” ajaknya.

Sementara itu Kepala Dinas P3APM, Heri Zulianta melaporkan kegiatan ini diikuti 50 orang peserta berasal dari dinas instansi, Direktur RS, Kepala Puskesmas, kepala sekolah, kecamatan dan Kelurahan, Kemenag dan Psikolog.

Tujuannya untuk menjawab tantangan karena tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka DP3APM Lubuklinggau meluncurkan aplikasi SIMPATISAN PERAN untuk melaporkan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved