Breaking News:

Berita Nasional

Tes PCR Syarat Gunakan Pesawat Jadi Polemik, Ini Penjelasan Kemenkes Alasan Kebijakan Itu

Masyarakat mempertanyakan kenapa dalam kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin membaik, tapi justru tes perjalanan semakin ketat

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Jati Purwanti
Ilustrasi RT-PCR di Palembang beberapa waktu lalu. Hasil tes PCR sebagai syarat wajib menggunakan pesawat 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Hasil tes PCR sebagai syarat wajib menggunakan pesawat menimbulkan polemik. Banyak yang bingung kenapa masih diterapkan wajib PCR padahal kasus Covid-19 di Indonesia terus melandai.

Padahal sebelumnya, syarat penerbangan untuk ke beberapa daerah masih bisa menggunakan antigen dan bukti telah divaksin.

Ketua DPR RI Puan Maharani kemudian meminta pemerintah menjawab kebingungan masyarakat terkait Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021. Inmendagri yang mengatur soal PPKM Level 3, 2, dan 1 di Jawa dan Bali itu mewajibkan agar semua penerbangan mewajibkan tes PCR 2x24 jam.

“Beberapa hari ini banyak masyarakat bersuara karena bingung dengan aturan baru PCR sebagai syarat semua penerbangan ini. Masyarakat mempertanyakan kenapa dalam kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin membaik, tapi justru tes perjalanan semakin ketat,” kata Puan dilansir dari dpr.go.id.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, perubahan syarat dokumen perjalanan dengan pesawat dari rapid antigen menjadi wajib PCR dilakukan karena hasil PCR lebih akurat dari antigen.

"Masih akurat pemeriksaan antigen, tapi dengan kondisi positivity rate yang sudah di bawah 1 persen, maka untuk menghindari tidak terdeteksi kasus maka pemeriksaan menggunaakan PCR akan lebih tepat," kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (22/10/2021).

Nadia mengatakan, kondisi Covid-19 yang sudah membaik ini harus dimanfaatkan untuk terus menekan laju penularan virus Corona.

"Pada masa saat ini kita sedang masa menekan laju penularan maksimum 10 per 1 juta penduduk, maka memastikan pergerakan tidak berpotensi kasus baru di daerah yang didatangi," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah mewajibkan penggunaan dokumen RT PCR bagi penumpang pesawat menyusul diizinkannya peningkatan kapasitas penumpang moda transportasi udara menjadi 100 persen.

Sebelumnya, penumpang transportasi udara diizinkan menujukkan hasil negatif tes antigen.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved