Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Pemulutan Barat Potensial Jadi Kampung Tenun Songket, Pemkab OI Bentuk GTRA Sertifikasi Lahan 500 KK

Pemkab Ogan Ilir berkomitmen memberikan dukungan terhadap masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian terutama di bidang UMKM.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menandatangani SK dibentuknya GTRA di ruang rapat Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Indralaya. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Pemkab Ogan Ilir berkomitmen memberikan dukungan terhadap masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian terutama di bidang UMKM.

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar mengatakan, Pemkab melihat sejumlah potensi kearifan lokal yang dimiliki warga.

Guna menjamin pemerataan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh, Pemkab Ogan Ilir melaksanakan Reforma Agraria, yakni upaya membangun dari pinggir serta meningkatkan kualitas hidup.

"Reforma Agraria ini merupakan salah satu program prioritas nasional yang ditingkatkan pemerintah," kata Panca di Ruang Rapat Bupati Ogan Ilir, Jumat (22/10/2021).

Dijelaskan Panca, Reforma Agraria secara fundamental memberikan program-program yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Lalu meningkatkan kesejahteraan dengan kemandirian industri kerajinan, meningkatkan produktivitas tanah, memberikan pengakuan hak atas tanah yang dimiliki baik secara pribadi maupun negara.

"Dan juga tanah milik umum yang pemanfaatannya untuk memenuhi kepentingan masyarakat," ucap Panca.

Oleh karenanya, Pemkab Ogan Ilir resmi membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang diketuai Panca sendiri dan Sekretarisnya dari BPN Ogan Ilir.

Pembentukan GTRA ini sekaligus rapat koordinasi dengan menyepakati beberapa hal.

Pada kesempatan sama, Kepala Kantor BPN Ogan Ilir, Manatar Pasaribu mengatakan, hal-hal yang dibahas yakni berkoordinasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved