Breaking News:

Menuju Herd Immunity

Capaian Vaksinasi di Sumsel Masih Rendah, Komisi V DPRD Sumsel Sarankan Gunakan Mobil Vaksin

Untuk mencapai target vaksinasi itu perlu langkah- langkah ekstra, salah satunya jemput bola datangi warga, bukan hanya mengandalkan Puskesmas.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Wakil ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Fadli menuturkan untuk mencapai target vaksinasi di Sumsel perlu langkah- langkah ekstra, salah satunya jemput bola datangi warga, bukan hanya mengandalkan Puskesmas karena ada keterbatasan vaksinator dan sebagainya. 

TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG - Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Padli mengungkapkan, masih rendahnya jumlah warga Sumsel yang divaksin dari target 6,3 juta (baru 34 persen) penduduk Sumsel, menyebabkan level PPKM di sejumlah daerah yang ada menurun ke level 2 dan tiga.

Menurut Saiful, operator aplikasi Smile yang dimana operator ini setiap hari harus mengupdate jumlah vaksinasi di daerah lambat. Hal ini diakibatkan karena sinyal komunikasi atau pihak Puskesmas yang lambat melaporkan.

"Level PPKM suatu daerah saat ini ditentukan dengan indiakator, warga yang sudah divaksin. Sedangkan di Sumsel sendiri baru sekitar 34 persen, padahal untuk level 1 harus sudah 70 persen warganya divaksin dan Palembang sendiri sudah 50 sehingga level 2, kalau mendekati 70 persen paling tidak sudah level 1," kata Saiful, Jumat (22/10/2021).

Diakuinya, saat melakukan kunjungan ke daerah, pihaknya kadang mempertanyakan operator Smile dimana kadang tidak update, dengan kendala yang ada baik sinyal dan laporan masing- masing Puskesmas yang lambat masuk, sehingga mempengaruhi level daerah itu.

"Jadi wajar di Sumsel ada 8 daerah zona kuning atau level 3, maka untuk menuju level 2, minimal harus udah vaksin 50 persen warganya," tuturnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini sendiri mengungkapkan, komisi V terus menghimbau pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) sumsel, untuk melakukan sentra vaksinasi agar capaian vaksinasi tercapai hingga akhir tahun ini. Salah satunya dengan mendatangi warga yang belum melakukan vaksinasi melalui mobil vaksin.

"Sebagai contoh, kami sempat ke Jabar (Jawa Barat) ternyata disana sudah mencapai 60 persen vaksinasi, dimana Pemprov Jabar menggandeng CSR perusahan nasional, dan mereka mendapatkan 100 mobil vaksinasi yang keliling menemui warga. Sehingga warga yang selama ini belum divaksin karena keterbatasan vaksin di Puskesmas atau faskes lainnya, dengan mobil vaksin ini tidak susah lagi, dan ini terobosan, seperti mobil SIM keliling di daerah tertentu. Sehingga wajar capain vaksin semakin banyak, ini karena pemerintahnya aktif dalam menuju herd immunity," tandasnya.

Baca juga: Syarat Terbaru Pembelian Tiket KA Jarak Jauh Wajib Gunakan NIK, Berlaku 26 Oktober

Ditambahkan Sekretaris Fraksi PKS Sumsel ini, jika target akhir tahun Sumsel harus sudah memvaksin 6,2 juta orang dan nyatanya baru 2 jutaan lebih atau baru 34 persen, jika tidak ada trobosan dari Pemprov Sumsel maka hal itu akan sulit terwujud.

"Nah, untuk mencapai target vaksinasi itu perlu langkah- langkah ekstra, salah satunya jemput bola datangi warga, bukan hanya mengandalkan Puskesmas karena ada keterbatasan vaksinator dan sebaginya," katanya. 

"Jadi menyebar centra vaksin sebanyak mungkin, salah satu mobil vaksin. Mamang kuota vaksin masuk Sumsel masih kecil, tapi jika ada mobil vaksin tadi maka pusat akan melihat Sumsel ini gencar dan tidak menumpuk, dan bisa saja tambah lagi kuota, mengingat selama ini percepatan vaksinasi selain dilakukan Puskesmas juga dilakukan pihak TNI dan Polri," pungkasnya, seraya tetap mengajak warga untuk selalu menerapka Protokol kesehatan (Prokes) 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun) dalam aktivitas sehari- hari.

Sekedar informasi berdasarkan laporan Dinkes Sumsel, pada 20 Oktober 2021 terdapat tambahan 4 warga terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan untuk capaian vaksinasi dosis pertama baru 34,18 persen (2,1 juta) dari target 6,3 juta, dimana Kabupaten Empat Lawang terendah 15,46 persen dan tertinggi kota Palembang 58,26 persen. Sedangkan vaksin dosis ke dua baru 20, 54 persen, dan dosis tiga bagi Nakes sudah mencapai 65,88 persen.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved