Breaking News:

Berita OKU Selatan

Diguyur Hujan Talud Rp 1 Miliar di OKU Selatan Ambrol, DPRD Bakal Panggil Kontraktor dan Dinas PU

DPRD OKU Selatan akan memanggil kontraktor dan Dinas Perkim terkait robohnya talud yang anggarannya mencapai Rp 1 miliar.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ALAN NOPRIANSYAH
Talud dinding penahan di depan Kantor Bawaslu OKU Selatan ambrol, Rabu (20/10/2021). Anggota DPRD OKU Selatan segera memanggil pihak kontraktor pembuatan juga Dinas Perkim terkait robohnya talud tersebut. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Komisi II DPRD Kabupaten OKU Selatan membidangi pengawasan pembangunan mempertanyakan perencanaan pengerjaan proyek talud dinding jalan ambrol yang viral hanya karena diguyur hujan.

Mereka DPRD OKU Selatan akan memanggil kontraktor dan Dinas Permukiam dan Perumahan Rakyat (Perkim) terkait robohnya talud yang anggarannya mencapai Rp 1 miliar.

Ketua Komisi II Ardiyan Gama, SH mengatakan, bangunan yang ambrol tak lain adalah bangunan talud. Pembangunan yang telah diselesaikan tahun 2019 dengan anggaran mencapai Rp 1 miliar.

"Perlu digarisbawahi, yang roboh itu talud bukan pengerjaan taman. Taman itu hanya sebatas nempel. Menurut hemat saya yang salah itu pengerjaan waktu perencanaan talud,"ujarnya, Selasa (19/10/2021).

Dihimpun di lokasi, material bangunan yang ambrol berhamburan di jalan raya Muaradua-Ranau, tepatnya di depan kantor Bawaslu Kabupaten OKU Selatan menganggu pengendara beredar di Media Sosial.

Sehubungan dengan pengerjaan taman yang belum selesai, Gama tak ingin berkomentar banyak.

"Karena pengerjaaan taman belum selesai kita belum bisa berkomentar. Tapi yang jebol itu talud, pengerjaan tahun 2019 dengan anggaran kalau tidak salah Rp 800 juta,"terangnya.

Ditambahkannya, melihat di lokasi dinding penahan yang ambrol tidak dapat klasifikasikan disebabkan oleh bencana alam atau dikaitkan dengan bencana. Terkecuali disebabkan perencanaan pengerjaan yang kurang tepat.

"Tak ada cerita itu disebabkan bencana alam itu, Kalau sungai, sungai besar dimana, apa ada gempa bumi tak bisa dikaitkan dengan bencana alam tak ada alasan,"ungkapnya.

Hanya saja lanjut Gama, perihal bangunan yang ambrol yang telah viral itu pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil yang bersangkutan untuk menerangkan permasalahan yang ada.

"Dalam waktu dekat kita akan panggil pihak ketiga baik dari perencana, pengawas yang membangun talud dan Dinas PU, tapi ini perihal talud ya, bukan taman"tandasnya.

Adapun, di lokasi terdapat dua item pembangunan yang berdampingan. Pembangunan talud telah diselesaikan pada Tahun 2019 silam.

Sementara, pembangunan Taman oleh Dinas Perkim Kabupaten OKU Selatan hampir selesai namun belum diserahkan terimakan.
Sementara itu wartawan media ini telah berupaya mengkonfirmasi pada Dinas Permukiam dan Perumahan Rakyat (Perkim) namun belum mendapat respon.

Baca juga: Mulai Hari Ini Jam Operasional Mal di Palembang dan Sekitarnya Diperpanjang, Tutup Pukul 21.00 WIB

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved