Breaking News:

Berita Viral

Viral Uang Rp50.000 dengan Cap 'ADS', Disebut Ditolak saat Transaksi, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Sebuah video yang memperlihatkan uang Rp50.000 dengan cap 'ADS' viral di media sosial. Uang tersebut disebu ditolak saat transaksi. Ini kata BI

Editor: Weni Wahyuny
(screenshoot)
Video viral uang bercap ADS disebut ditolak saat digunakan untuk transaksi. Pihak Bank Indonesia menjelaskan selama itu uang asli masih dapat digunakan untuk transaksi. 

TRIBUNSUMSEL.COM – Viral video uang pecahan Rp50.000 dengan cap “ADS”.

Video tersebut viral di media sosial setelah akun TikTok @mommaadam mengunggahnya.

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan dari video tersebut, seseorang menyebutkan jika uang dengan cap ADS tersebut ditolak saat akan digunakan transaksi.

“Guys mohon info dong ada yang tahu nggak arti dari cap ADS di duit itu? Jadi aku tadi ngambil uang di ATM Rp 1.500.000 ternyata semuanya ada cap itu. Dan gara-gara ada cap itu aku ke farmasi ditolak duitnya. Tolong dong kasih tau,” ujarnya dalam video yang ia unggah.

Hingga kini postingan tersebut telah dilihat lebih dari 2 juta kali dan disukai lebih dari 53.200 pengguna.

Serta mendapat lebih dari 2.862 komentar.

Baca juga: Mabes Polri Buka Suara Soal Cuitan Viral Polisi se-Indonesia Bisa Diganti Satpam BCA aja gak sih

Komentar warganet

Beragam komentar muncul terkait postingan tersebut.

“BI menjelaskaan, uang rupiah asli yang distempel untuk kepentingan tertentu, tergolong dalam uang yang tidak layak edar, makanya banyak yang menolaknya,” tulis akun dengan nama Chandra_Gemblong.

“Sy kerja di bank mba tp ga tau ad cap ADS. Mgkin ini cap ny jg dr uang setoran nasabah. Baik ny mbak tarik di atm bank mana, laporkan ke bank trkait saja,” tulis akun Mellisa Fabyanca.

Apakah uang dengan cap ADS tersebut masih berlaku dan bisa digunakan untuk transaksi?

@mommaadam

Di tolak sama farmasi uangnya karna ada cap Ads. yg ngerti tolong kasi fahaammm donkz

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved