Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Mantan Kepala Inspektorat Muratara Sudartoni Divonis 2 Tahun, JPU Kejari Lubuklinggau Pikir-Pikir

Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Sudartoni terdakwa kasus korupsi lelang jabatan di Muratara

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Mantan Kepala Inspektorat Muratara, Sudartoni saat mengikuti sidang putusan dari Lapas Kelas II A Lubuklinggau,Senin (18/10/2021) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Sudartoni terdakwa kasus korupsi lelang jabatan tahun 2016 pada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) di vonis dua tahun penjara.

Vonis yang diterima mantan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Inspektorat Kabupaten Muratara ini lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Lubuklinggau.

Pasalnya dalam persidangan sebelumnya JPU Kejari Lubuklinggau menuntut terdakwa Sudartoni dengan hukuman penjara selama tiga tahun.

Sudartoni yang menghadiri sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang ketika mendengar vonis putusan langsung menerima.

Namun, Kejaksaan Negeri Lubuklinggau setelah selesai persidangan belum menerima dan masih pikir-pikir atas putusan tersebut.

Kepala Kejari Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Yuriza Antoni menyampaikan, pertimbangan JPU masih pikir-pikir karena akan konsultasi terlebih dahulu dengan pimpinan.

"Kita masih pikir-pikir, waktu tujuh hari ini akan kita gunakan untuk konsultasi dengan pimpinan terlebih dahulu," kata Yuriza pada Tribunsumsel.com, Senin (18/10/2021).

Menurut Yuriza, alasan masih pikir-pikir karena vonis tersebut dibawah tuntutan JPU Kejari Lubuklinggau, walau pun terdakwa sudah melakukan pengembalian kerugian negara sebesar Rp 201.650.000.

Kemudian terdakwa sopan dalam persidangan serta terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

Hanya saja hal yang memberatkan terdakwa ini yakni perbuatan terdakwa  menghambat program pemerintah dalam memberantas korupsi dan perbuatan terdakwa telah merugikan kerugian negara.

"Walaupun dalam dipersidangan terdakwa juga mengaku hanya menikmati uang sebesar Rp 29,6 juta," ungkapnya.

Baca juga: Kecelakaan di Jalinsum Lubuklinggau Depan Kantor Bupati Musim Rawas, Avanza Masuk Siring

Yuriza pun menegaskan, meski kasus ini telah memasuki masa vonis, pihaknya akan mempelajari lagi kasus ini lagi secara lengkap apakah bakal ada pengembangan  atau pun tidak.

"Jadi tidak serta merta ini selesai, kasus ini bisa saja dilakukan pengembangan dan hasil pengembangan menyeret nama lainnya, tapi tunggu hasil putusan lengkap kami terima," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved