Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Hasil Riset FKUB Lubuklinggau, Masyarakat Rukun Zero Konflik, Indeks Moderasi Beragama 86 Persen

Riset divisi Litbang Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) tahun 2021 menjelaskan masyarakat rukun dan zero konflik. 

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/AHMAD FAROZI
FKUB Kota Lubuklinggau merilis hasil riset Litbang FKUB tahun 2021 tentang Korelasi Moderasi Beragama dengan Kerukunan Umat Beragama pada Tokoh Agama di Kota Lubuklinggau di Aula Sidang STAI Bumi Silampari, Jumat (15/10/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Riset divisi Litbang Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Lubuklinggau tahun 2021 tentang "Korelasi Moderasi Beragama dengan Kerukunan Umat Beragama pada Tokoh Agama di Kota Lubuklinggau" memuat hasil tingkat moderasi beragama di Lubuklinggau mencapai indeks 86 persen. 

Hasil riset FKUB Lubuklinggau ini juga menjelaskan masyarakat rukun dan zero konflik. 

Ketua FKUB Lubuklinggau, Ismuridjal Umar mengatakan, hasil capaian indeks moderasi beragama ini diketahui dari riset yang dilaksanakan FKUB Kota Lubuklinggau bekerjasama dengan perguruan tinggi swasta, dalam kurun waktu tiga bulan. Riset dilakukan dengan menyebarkan kuisioner langsung kepada 50 tokoh agama yang berpengaruh di Kota Lubuklinggau baik dari tokoh Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

"Hasil riset mencapai indeks 86 Persen. Ini berarti bahwa tingkat moderasi beragama di Kota Lubuklinggau tinggi. Dengan adanya hasil riset ini sekaligus menjawab klaim bahwa di Kota Lubuklinggau yang sangat majemuk ini masyarakatnya rukun dan kategori zero konflik." kata Ismuridjal Umar, dalam rilisnya kepada awak media, Sabtu (16/10/2021).

Dikatakan, untuk menjaga kerukunan umat beragama, maka perlu dilakukan deteksi dini terhadap potensi konflik. Karena itu, FKUB melakukan konsep ofensif atau menyerang jika ada indikasi di suatu tempat terdapat konflik khususnya terkait kerukunan umat beragama.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Lubuklinggau Firdaus Abky sangat mengapresiasi riset yang dilakukan FKUB. Menurutnya, riset penting untuk melihat kerukunan umat beragama Kota Lubuklinggau dan melihat adanya hubungan konsep moderasi dengan kerukunan umat beragama.
"Yang penting adalah bagaimana kita menjaga. Lubuklinggau persentase indeks moderasinya cukup tinggi, ini yang perlu dijaga dengan baik," kata Firdaus Abky.

Baca juga: Update Harga Karet Sumsel Minggu Ini, Ditutup Turun Rp 127 Per Kg, Ini Penyebabnya

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Lubuklinggau Gus Ahmadi juga mengapresiasi riset moderasi beragama yang dilakukan FKUB ini. Dikatakan, NU juga bertugas untuk merukunkan umat beragama. "Riset ini sangat baik dengan tingkat Moderasi 86 persen. Saya menyarankan FKUB mencari yang 14 persen itu untuk dijadikan moderat. Dilanjutkan lagi riset kalau bisa di tahun 2023 atau 2024 riset lagi. Karena itu tahun politik karena bisa jadi berpengaruh terhadap moderasi tokoh agama," kata Gus Ahmadi.

Sementara itu, kegiatan laporan hasil riset divisi Litbang FKUB tahun 2021 tentang korelasi moderasi beragama dengan kerukunan umat beragama pada tokoh agama di Kota Lubuklinggau tersebut sudah disampaikan dalam acara di Aula sidang STAI Bumi Silampari, Jumat (15/10/2021).

Hadir dalam kegiatan itu antara lain, Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar yang sekaligus Ketua Dewan Penasihat FKUB Lubuklinggau, Kaban Kesbangpol Firdaus Abky dan Kepala Kemenag Lubuklinggau. Hadi juga organisasi keagamaan dari PC Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Walubi, KWI, Majelis Budhayana Indonesia, PGIS serta BEM STAI Bumi Silampari. (ahmad farozi/rel).

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved