Breaking News:

Berita Palembang

3,1 Kg Sabu Larut Dicampur Deterjen, Polda Sumsel Musnahkan BB Ungkap Kasus September-Oktober

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel memusnahkan BB sabu 3,1 kilogram hasil ungkap kasus dari September hingga Oktober 2021.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Pemusnahan 3,1 kilogram sabu hasil tangkapan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel terhadap empat tersangka yang diamankan selama September hingga Oktober 2021, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel kembali memusnahkan barang bukti (BB) sabu seberat 3,1 kilogram yang merupakan hasil ungkap kasus dari September hingga Oktober 2021.

Diketahui, barang bukti tersebut berhasil diamankan dari tangan empat tersangka yang kini sudah menjalani proses hukum.

Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Sumsel Kompol Dwi Utomo mengatakan, pemusnahan barang bukti ini sesuai dengan perintah undang-undang.

Setelah 14 hari penangkapan barang bukti narkoba yang disita harus segera dimusnahkan.

"Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan barang bukti dari oknum yang tidak bertanggung jawab," ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Pemusnahan ini juga turut disaksikan sejumlah pihaknya diantaranya perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, BNNP Sumsel serta keempat tersangka dari sabu tersebut.

Sebelum dimusnahkan sabu itu terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kandungan amphetamin yang terkandung di dalamnya.

Setelah dipastikan mengandung amphetamin, barang haram tersebut lalu dimusnahkan dengan cara dicampur air deterjen lalu diblender.

"Ada juga sebagian kecil barang bukti yang kita sisakan untuk keperluan bukti di persidangan," ujarnya.

Baca juga: Eko Warga Sei Selincah Kalidoni Preteli Motor Curian, Ngaku ke Polisi untuk Pakai Sendiri

Menurutnya, pemusnahan barang bukti sabu 3,1 kilogram hasil tangkapan ini setidaknya telah menyelamatkan lebih 19 ribu lebih generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.

Sedangkan untuk para tersangka dijerat dengan pasal 112, 114 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

" Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun atau seumuran hidup hingga hukuman mati," ujarnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved