Breaking News:

Berita Internasional

Tuntut Gaji Lebih Tinggi dan Fleksibilitas Kerja, Jutaan Orang di AS Berhenti Kerja

Jumlah orang yang berhenti kerja ini meningkat di bidang akomodasi dan layanan makanan, perdagangan grosir, serta pendidikan negara bagian dan lokal

Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi pekerja 

TRIBUNSUMSEL.COM-Rekor terbaru jumlah orang memilih berhenti kerja tercipta di Amerika Serikat (AS). Laporan Agustus 2021, sebanyak 4,3 juta orang memilih berhenti kerja.

Angka ini tertinggi sejak tahun 2000, sejak laporan Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) ini pertama kali dirilis.

Penyebab jutaan orang berbondong-bondon berhenti kerja karena menuntut gaji lebih tinggi, kondisi kerja yang lebih baik, dan pengaturan kerja yang lebih fleksibel.

Jumlah orang yang berhenti kerja ini meningkat di bidang akomodasi dan layanan makanan, perdagangan grosir, serta pendidikan negara bagian dan lokal.

Mereka lebih memilih untuk berhenti kerja dibanding harus kembali bekerja di kantor (work from office/WFO) secara penuh.

Mengutip CNN yang dilansir dari kompas.com, Rabu (13/10/2021), jumlah pekerja yang berhenti naik sekitar 242.000 orang dibanding bulan Juli.

"Jika Anda tidak senang dengan pekerjaan Anda atau menginginkan kenaikan gaji, di lingkungan saat ini cukup mudah untuk mencari pekerjaan baru. Kami melihat orang-orang memilih itu," kata Kepala Ekonom PNC, Gus Faucher.

Karena banyak karyawan berhenti, perusahaan akhirnya pontang-panting mencari kandidat baru.

Lowongan pekerjaan tetap berada pada angka 10,4 juta pada akhir Agustus 2021. Namun, laporan menyebutkan, jumlahnya sedikit berkurang dibanding akhir Juli 2021, atau turun sekitar 659.000 orang.

Sementara di bulan Juli, jumlah lowongan pekerjaan mencapai 11,1 juta, rekor tertinggi sejak laporan dimulai pada tahun 2000.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved