Breaking News:

Berita Nasional

Terungkap, Ribuan Data Nasabah Bocor di Telegram dan Digunakan Transaksi Ilegal Dengan Home Credit

Ribuan data KTP serta foto selfie KTP itu bocor hingga diperjualbelikan di Telegram dengan nama akun 'Raha'.

Editor: Slamet Teguh
Fandi Permana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memperlihatkan barang bukti atas penangkapan dua pelaku transaksi ilegal melalui Home Credit dengan kerugian Rp1,5 Miliar 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus pembobolan data nasabah kini terjadi di Indonesia.

Kasus ini berupa pembobolan data Home Credit Indonesia.

Namun tak berlangsung lama, Polda Metro Jaya akhirnya berhasil mengungkap kasus ini.

Polda Metro Jaya mengungkap kasus transaksi ilegal melalui pembobolan data Home Credit Indonesia.

Ribuan data KTP serta foto selfie KTP itu bocor hingga diperjualbelikan di Telegram dengan nama akun 'Raha'.

Kemudian data itu dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk mendaftarkan akun kredit di aplikasi Home Credit.

Akibatnya, Home Credit Indonesia mengalami kerugian akibat kebanjiran orderan fiktif yang berbelanja sejumlah barang di e-commerce Tokopedia.

"Jadi ada 150 data fiktif yang ditemukan dan melakukan transaksi di Tokopedia dengan menggunakan metode pembayaran Home Credit," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Harta Rahasia Pemimpin Dunia Terungkap Usai Ada Data Bocor, Dari Vladimir Putin hingga Raja Yordania

Baca juga: Mekanisme Cara Pengajuan Perubahan Data KTP Elektronik, Simak Langkah yang Harus Dilakukan

Aksi ilegal akses dengan bertransaksi menggunakan metode kredit dari Home Credit ini terjadi sejak Juni 2021.

Atas kejahatan ini Perusahaan Financial Technology itu melapor ke Polda Metro Jaya hingga pada September 2021, polisi melacak membekuk dua tersangka berinisial UA dan SM.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved