Breaking News:

Berita Internasional

Sejumlah Gadis di Bawah Umur Dinikahkan dengan Pria Paruh Baya Demi Imbalan Ternak atau Senjata

Kemiskinan, pengangguran, dan krisis ekonomi yang dialami Afghanistan menyebabkan sejumlah keluarga menikahkan anak perempuan mereka di bawah umur

Editor: Slamet Teguh
AFP
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengecam Taliban yang tak tepati janji-janjinya kepada wanita dan anak-anak perempuan Afghanistan. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus penikahan dibawah umur masih terjadi di Indonesia.

Kali ini, gadis dibawah umur di Afghanistan dinikahkan dengan priba paruh baya.

Mirinya, pernikahan ini dilaksanakan dengan imbalan ternak atau senjata.

Kemiskinan, pengangguran, dan krisis ekonomi yang dialami Afghanistan telah menyebabkan sejumlah keluarga menikahkan anak perempuan mereka di bawah umur dengan pria paruh baya dengan imbalan uang, senjata atau ternak.

Ekonomi Afghanistan berada di bawah tekanan besar.

Harga makanan dan bahan bakar naik tajam di tengah kekurangan uang tunai, dipicu oleh penghentian bantuan asing dan kekeringan.

“Sejumlah keluarga telah menjual anak perempuan mereka yang berusia satu tahun untuk mendapatkan uang, ternak, dan senjata,” kata kantor berita Afghanistan, Raha, mengutip sumber pada Selasa (12/10/2021).

Laporan itu menambahkan bahwa seorang gadis di bawah umur dihargai antara 100.000 hingga 250.000 Afghani (sekitar Rp 15,5 juta-Rp39 juta) di distrik-distrik terpencil di Provinsi Ghur.

Jika pembeli tidak memiliki uang tunai, sebut laporan itu, ia akan menggantinya dengan memberikan senjata atau ternak kepada keluarga gadis tersebut.

Praktik penjualan anak perempuan di bawah umur sudah biasa di negeri itu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved