Breaking News:

Berita Banyuasin

Nasabah DHD Farm Pangkalan Balai Banyuasin Tanya Kejelasan Dana Investasi, Ternak Lele Tetap Jalan

Peserta investasi Ternak Lele DHD Farm Pangkalan Balai berharap usaha mereka tetap jalan dan bisa menghasilkan uang sesuai yang diharapkan.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Nasabah DHD Farm Pangkalan Balai menanyakan kejelasan dana investasi yang telah mereka tanamkan, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Adanya dugaan penipuan investasi Ternak Lele DHD Farm yang terjadi, ternyata cukup membuat para peserta merasa was-was. Ada peserta investasi sampai mendatangi kantor DHD Farm yang berada di Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin.

Para peserta investasi Ternak Lele DHD Farm Pangkalan Balai berharap usaha mereka tetap jalan dan bisa menghasilkan uang sesuai yang diharapkan.

Setidaknya ada 434 Mitra DHD Farm yang ada di wilayah Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin. Para nasabah yang ada di Pangkalan Balai, berharap usaha DHD Farm terus berjalan sehingga dana investasi yang sudah disetorkan kembali bergulir.

Di Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin sendiri, Kantor DHD Farm Cabang Pangkalan Balai berada di Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Setidaknya, di sini ada 1.807 kolam ikan lele di atas lahan seluas 2 hektare.

Tasna, seorang peserta investasi DHD Farm mengaku sengaja mendatangi kantor cabang DHD Pangkalan Balai untuk mendapatkan kejelasan terkait dana investasi yang ditanamkannya.

"Keberadaan kolam ikan milik DHD Farm di kelurahan Kedondong Raye ini, sudah ada sejak 2018. Namun masih menerapkan sistem Mitra, baru di tahun 2019 menambah pelayanan investasi dengan sistem plasma. Setiap peserta diwajibkan membayar biaya satu kolam senilai Rp 10 juta hingga Rp 12 juta," katanya, Rabu (13/10/2021).

Sedangkan Kepala DHD Cabang Pangkalan Balai Dimroh sekaligus mitra dengan 60 kolam ikan menuturkan, sedih dengan kondisi yang terjadi pada management pusat DHD Farm. Meski begitu, hingga saat ini ternak budidaya ikan lele yang menjadi bagian investasi DHD Farm di wilayah Pangkalan Balai terus berjalan.

"Kami tetap fokus pada pemeliharaan ikan lele, mulai dari pembibitan hingga membesaran ikan. Harapannya, usaha segera bangkit dan dapat kembali menggulirkan dana investasi ke peserta," katanya.

Baca juga: Dalami Dugaan Penipuan Kedok Budidaya Lele di Koperasi DHD, Polda Buka Nomor Aduan Korban

Sedangkan, Lurah Kedondong Raye Rusli Hanafiah mengetahui keberadaan DHD Farm dengan ribuan kolam ikan lele di Kelurahan Kedondong Raye. Kolam-kolam ikan lele ini, sudah ada sejak tahun 2018.

"Pihak penggelola DHD Farm ini, belum pernah melaporkan aktivitas budidaya mereka ke Kelurahan. Kami tidak tahu secara detil, jumlah peserta dan aktivitas yang berada di area budidaya ikan lele. Ini yang menyulitkan kami untuk melakukan pembinaan," katanya.

Lanjutnya, ia bersama tim pernah mendatangi area kolam lele DHD Farm untuk melihat secara langsung aktivitas di sana. Memang, ada kolam-kolam ikan lele yang sedang di kelola.

"Kalau pihak DHD Farm hanya sekali mendatangi kami, itu untuk keperluan pembelian lahan seluas dua hektare yang kini menjadi area budidaya ikan lele," pungkasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google  news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved