Breaking News:

Berita OKI

Diduga Lakukan Asusila pada Dua Keponakan, Paman di OKI Ditangkap Jatanras

Unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap RO (20) di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI, Rabu (12/10/2021)

Tribun Solo/Google
Ilustrasi asusila. Polisi menangkap seorang paman di OKI karena Diduga melakukan asusila terhadap dua keponakannya. 

Emosi warga baru reda setelah terduga pelaku diamankan di rumah RT setempat yang lalu dibawa ke rumah kepala Desa. 

Namun di luar dugaan, terduga pelaku ternyata melakukan visum sebagai bukti penguat dirinya sudah menjadi korban tindakan kekerasan. 

"Disitu kami sempat bingung. Kenapa jadi seperti ini. Padahal kami hanya ingin mengungkap fakta saja," ujarnya. 

Akan tetapi, keinginan ibu korban untuk mendapat keadilan mengalahkan rasa takut tersebut. 

Meski sempat mendapat arahan dari sejumlah pihak agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan atau mediasi, namun ibu korban tetap berharap kasus ini dapat dibawa ke jalur hukum. 

"Kami sempat melapor ke Polres OKI, tapi diarahkan ke jalur mediasi. Tentu kami tidak terima seperti. Makanya saat ini kami datang ke Polda Sumsel untuk mendapat keadilan," ungkap Ronal. 

Sementara itu, terungkap pula fakta miris lain dari kasus dugaan tindakan asusila yang dialami kedua bocah ini. 

Ternyata tindakan asusila yang dilakukan terduga pelaku, sudah diadukan putri pertama DN sejak beberapa bulan lalu. 

"Tapi saya tidak percaya. Saya pikirnya tidak mungkin pamannya sendiri berbuat seperti itu," ungkapnya. 

Aduan tersebut DN dengar setelah dia pulang dari menyadap karet. 

Selama ini dia memang tinggal bersama ibu mertua, dua anak, suami dan adik ipar laki-lakinya. 

"Anak saya seperti biasa, sekolah, terus di rumah. Sedangkan saya kerja di kebun karet," ungkapnya. 

DN baru percaya dengan aduan anaknya setalah mendapat hasil pemeriksaan dari puskesmas setempat. 

Pemeriksaan itu dilakukan setelah Putrinya tersebut terus mengeluh sakit dibagian alat vital terutama saat buang air kecil. 

Batinnya makin menjerit saat petugas puskesmas juga berinisiatif memeriksa kondisi putri bungsunya dan mendapat hasil yang sama.

Kedua kakak beradik itu sama-sama mengapa luka sobekan dan peradangan pada alat vitalnya. 

"Disitu saya baru percaya. Saya menyesal kenapa baru sekarang percaya," ungkapnya. 

Kini DN sangat berharap agar terduga pelaku bisa dihukum setimpal dengan perbuatannya. 

"Saya harap ada hukum seadil-adilnya. Saya mau dia (terduga pelaku) dipenjara," harapnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved