Breaking News:

Berita Daerah

Di Daerah Sragen Ini, Warga Dilarang Mendengarkan Lagu Sinden, Rentetan Peristiwa Pernah Terjadi

Warga di Singomodo dilarang mendengarkan atau membunyikan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh sinden atau sosok yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan

Editor: Slamet Teguh
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Makam Syekh Muhammad Nasher atau yang terkenal disebut Mbah Singomodo di Dukuh Singomodo, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. 

"Dan akhirnya karena sama-sama belum menikah, sahabat dan sindennya itu dinikahkan," papar Mbah Slamet.

Namun, Eyang Nasher memberikan syarat jika Sinden tersebut harus berhenti dari kegiatan menyindennya.

Diduga karena Eyang Nasher kurang berkenan dengan Sinden, maka membagi wilayahnya menjadi dua dengan sahabatnya itu.

"Dan sinden menyanggupi, lalu Eyang Nasher membagi wilayahnya menjadi 2, yakni bagian barat dan timur," terangnya.

"Untuk sinden dan seorang sahabatnya disuruh tinggal di bagian barat, sedangkan Eyang Nasher di sebelah timur," tambahnya. 

Sejak saat itu, pantangan mendengarkan lagu yang dinyanyikan Sinden berlaku di wilayah sekitar makam Eyang Nasher yang mencakup satu RT tersebut.

"Warga desa hanya boleh mendengarkan lantunan rebana atau cerita wayang," aku dia.

Baca juga: Warga Cium Bau Tak Sedap, Pegawai BPS Banyuasin Ditemukan Tewas di Kontrakannya

Baca juga: Kisah Seorang Pria yang Tega Nodai Putri Kandungnya, Korban dan Istri Tetap Menjenguk di Penjara

Kejadian Aneh Terjadi

Berdasarkan cerita warga, sudah banyak kejadian yang terjadi, apabila ada seseorang melanggar pantangan tersebut.

Pantangan tersebut juga tidak hanya berlaku bagi warga Singomodo saja, melainkan bagi siapa saja yang berada di wilayah tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved